Medialiterasi.id | Yogyakarta – Aksi penyampaian aspirasi di depan Markas Polda DIY, Daerah Istimewa Yogyakarta, sempat berakhir ricuh dan diwarnai pengrusakan pagar sisi timur, Selasa (25/2). Meski demikian, kepolisian memastikan situasi telah kembali aman dan kondusif. Tiga mahasiswa yang sempat diamankan telah diserahkan kepada pihak rektorat pada pukul 22.30 WIB setelah dilakukan koordinasi dengan kampus.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, mengatakan secara umum kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah DIY tetap terkendali.
“Kami menyayangkan aksi yang awalnya merupakan penyampaian aspirasi harus berakhir ricuh dan terjadi pengrusakan pada pagar sisi timur Mapolda. Namun, situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan,” ujarnya.
Ihsan juga menyampaikan belasungkawa atas peristiwa di Tual, Maluku, yang menjadi latar belakang aksi tersebut. Ia berharap keluarga korban diberikan ketabahan.
Menurutnya, pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif serta mengedepankan kearifan lokal dan kultur budaya Jawa. Petugas, kata dia, tetap bersikap sabar meskipun sempat menghadapi massa yang bertindak anarkis.
Terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan penggunaan gas air mata atau tembakan peringatan, Ihsan membantah hal tersebut.
“Kami tegaskan bahwa selama kegiatan pengamanan, petugas tidak dilengkapi senjata. Suara yang terdengar di lokasi berasal dari petasan yang dibawa oleh massa aksi,” katanya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari perwakilan mahasiswa atau pihak penyelenggara aksi terkait kronologi kericuhan maupun dugaan pengrusakan.
Saat ini, arus lalu lintas di sekitar Mapolda DIY telah kembali normal dan situasi kamtibmas dilaporkan dalam keadaan kondusif. (MH)







