Home / BERITA

Rabu, 30 Juli 2025 - 18:47 WIB

Aceh Ekspor 10.000 Ton Cangkang Sawit ke Jepang, Dorong Potensi Energi Terbarukan

MEDIALITERASI.ID | ACEH UTARA — Provinsi Aceh mencatat langkah penting dalam sektor perdagangan dan energi terbarukan dengan pengiriman 10.000 metrik ton cangkang sawit ke Jepang. Ekspor tersebut dilakukan melalui Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Kabupaten Aceh Utara, dan menjadi salah satu bentuk pemanfaatan limbah sawit yang bernilai ekonomi tinggi.

Cangkang sawit, limbah padat dari proses pengolahan kelapa sawit, digunakan sebagai bahan bakar biomassa yang ramah lingkungan dan saat ini menjadi salah satu sumber energi alternatif yang banyak dibutuhkan di pasar internasional, termasuk Jepang.

Ekspor ini dilaksanakan oleh perusahaan nasional PT Kharisma Inti Mitra Indonesia bekerja sama dengan Pelindo SPMT Branch Lhokseumawe sebagai operator pelabuhan. Proses pemuatan berlangsung pada akhir Juli dan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Kami memastikan setiap tahapan pelayanan dilakukan sesuai standar operasional dan ketepatan waktu, mulai dari pemuatan, pemeriksaan dokumen, hingga pengiriman akhir,” kata Taufik Rahmat Nasution, Deputy Branch Manager Operasi & Teknik Pelindo Lhokseumawe, saat dikonfirmasi, Selasa (30/7).

Baca Juga  Polisi Tangkap Pelaku Perampokan Ibu Rumah Tangga di Neglasari Tangerang

Menurut Taufik, ekspor ini merupakan bagian dari upaya Pelindo Lhokseumawe mendukung pertumbuhan logistik dan ekspor komoditas lokal di wilayah barat Indonesia. Ia juga menyampaikan harapan agar pelabuhan Krueng Geukueh dapat terus berkembang sebagai simpul logistik energi terbarukan.

Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Aceh yang dihubungi secara terpisah menyambut positif ekspor tersebut. Menurut Kepala Disperindag Aceh, ekspor langsung ke Jepang tanpa transit membuktikan adanya peningkatan dalam sistem logistik dan efisiensi perdagangan luar negeri dari wilayah Aceh.

“Ini adalah langkah maju, namun perlu dikawal dari sisi keberlanjutan pasokan dan standar mutu agar mampu bersaing secara jangka panjang di pasar global,” ujar pejabat yang enggan disebut namanya karena belum memperoleh mandat resmi untuk memberikan pernyataan publik.

Baca Juga  PERGUNU Pusat Berikan Beasiswa 200 Anggota Pergunu Aceh Di Tahun 2022

Sementara itu, pengamat energi terbarukan dari Universitas Malikussaleh, Dr. Syahrul Azmi, menyebut bahwa ekspor ini berpotensi memberi nilai tambah ekonomi lokal, namun perlu diimbangi dengan regulasi pemanfaatan limbah sawit yang berkelanjutan agar tidak merugikan lingkungan sekitar.

“Jangan sampai kita hanya mengejar ekspor, tapi lupa dengan aspek lingkungan dan keberlanjutan di sektor hulu,” ujarnya.

Pelabuhan Krueng Geukueh sendiri saat ini memiliki fasilitas dermaga curah dan alat bongkar muat modern yang menunjang kegiatan ekspor-impor. Dengan infrastruktur ini, pelabuhan tersebut dinilai siap mendukung pertumbuhan ekspor dari kawasan barat Indonesia, terutama untuk komoditas energi alternatif.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Perdagangan dan Kementerian ESDM belum memberikan tanggapan resmi terkait ekspor cangkang sawit tersebut dan dampaknya terhadap kebijakan energi nasional. (Muntazar)

Share :

Baca Juga

ACEH

Kesalahpahaman Warnai Aktivitas MBG Paya Bujok Seulemak, Berakhir dengan Musyawarah.

ACEH

76 Santri Wustha dan Ulya SPM YPI Darussa’adah Idi Cut Diwisuda, Bupati Alfarlaky Minta Alumni Jaga Almamater

BERITA

42 Tim dari Berbagai Kampus Bersaing, Hanya 10 Lolos ke Final Lomba Esai Nasional FKIP Unimal

ACEH

Diduga Mabuk, 4 Mahasiswa Unimal Ribut dengan Warga di Dewantara, Rektor Tempuh Jalur Damai

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Buka Pendaftaran Calon Anggota Periode 2026-2031, Ini Syarat dan Jadwalnya

ACEH

Polres Aceh Timur Gelar Perkara Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMP di Idi Tunong, Status Hukum AS Ditentukan Jumat

ACEH

Bupati Al- Farlaky Lantik T. Reza Rizki Pj.Sekda Atim

BERITA

Presiden Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter bagi Nelayan Kapal 30–200 GT