Home / ACEH / BERANDA / BERITA

Kamis, 17 September 2026 - 08:16 WIB

Lobi Bupati Al- Farlaky, Pembudidaya Tambak Terima Benur Udang Vaname Dari KKP

MEDIALITERASI.ID | PEUREULAK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mulai mendorong pemulihan sektor perikanan budidaya yang terdampak banjir melalui penebaran perdana 4,2 juta ekor benur udang vaname bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Tahun Anggaran 2026.

Penebaran benur tersebut dilakukan secara simbolis di Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak, Rabu (16/9/2026), sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bagi masyarakat pembudidaya yang terdampak banjir.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi lima gampong di Kecamatan Peureulak yang telah siap melakukan penebaran, yakni Gampong Matang Peulawi, Cot Keh, Cot Muda Itam, Pasir Putih dan Paya Lipah

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan, pemulihan sektor perikanan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah setelah banjir memberikan dampak cukup besar terhadap usaha masyarakat, baik di sektor perikanan budidaya maupun perikanan tangkap.

“Pascabanjir, kita terus melakukan pendataan terhadap sektor perikanan, mulai dari kerusakan tambak hingga kapal-kapal nelayan. Kita ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian dan dukungan untuk kembali menjalankan usahanya,” kata Al-Farlaky.

Baca Juga  Acara Tueng Dara Baro Ria Ricis di Aceh

Menurut Al-Farlaky, Aceh Timur memiliki potensi besar di sektor perikanan, khususnya budidaya tambak. Kabupaten Aceh Timur memiliki sekitar 18.810 hektare lahan tambak yang tersebar di wilayah pesisir.

Khusus Kecamatan Peureulak, terdapat sekitar 2.156 hektare lahan tambak yang dikelola masyarakat. Dari luasan tersebut, sekitar 313 hektare lahan tambak terdampak banjir.

“Banjir tidak hanya merusak petakan tambak dan kolam, tetapi juga menyebabkan tanggul jebol, pintu air rusak serta terjadi pendangkalan saluran akibat sedimentasi lumpur yang menghambat sirkulasi air,” ujarnya.

Karena itu, kata Al-Farlaky, bantuan benih dari KKP RI menjadi salah satu langkah awal untuk menghidupkan kembali aktivitas budidaya masyarakat yang terdampak bencana.

Melalui UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, KKP RI menyalurkan sebanyak 4.200.000 ekor benur udang vaname untuk lahan seluas 120 hektare.

Al-Farlaky menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee yang telah memberikan dukungan terhadap upaya pemulihan ekonomi masyarakat Aceh Timur pascabencana.

Baca Juga  Kontingen Polri Raih 45 Medali di World Police and Fire Games 2025

“Penebaran hari ini merupakan langkah awal secara simbolis di Kecamatan Peureulak. Selanjutnya, program ini kita harapkan dapat dilanjutkan ke kecamatan-kecamatan lain yang juga terdampak banjir,” katanya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat penerima sehingga usaha tambak kembali produktif dan secara bertahap mampu memulihkan pendapatan serta perekonomian masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa kembali berusaha. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dukungan untuk pemulihan sektor perikanan di Aceh Timur dapat terus berlanjut,” ujar Al-Farlaky.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat diperlukan untuk mempercepat pemulihan sektor perikanan sekaligus memperkuat kembali perekonomian masyarakat yang terdampak banjir.

“Pemerintah kabupaten tidak berdiam dan terus mengawal program rehab rekon ini di segala lini usulan bantuan. Tentunya kita berharap pemerintah pusat tidak meninggalkan kita dan terus mendorong berbagai bantuan untuk pemulihan ekonomi masyarakat,”pungkas Al- Farlaky (*)

Share :

Baca Juga

INTERNASIONAL

Dari P14 ke P4: Bedah Lap per Lap Comeback Gila Veda Ega Pratama di Moto3 Qatar 2026

ACEH

Tanpa Lamuri, Tidak Ada Aceh Darussalam: Kerajaan 600 Tahun yang Dilupakan

EDUKASI

Viral di X, Postingan “Ada yang Ditangkap di Bandara Mau Kabur” Tembus 380K Views, Faktanya Hanya Kabar Burung

HUKUM

Fachrul Razi: Tragedi Tiro Bukan Soal Bendera, Tapi Soal Nyawa dan Perdamaian Helsinki

ACEH

Beda Keterangan TNI dan Warga soal Tiro, Bupati Pidie: Usut Menyeluruh dan Transparan

ACEH

Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan DAK 2024 di Aceh Tamiang Ditahan, Negara Rugi Rp 1,7 Miliar

BERITA

Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan

INTERNASIONAL

VEDA EGA PRATAMA DI SIRKUIT LUSAIL, QATAR – DARI ANAK ATC SAMPAI BINTANG MOTO3