Home / BERANDA / BERITA / HUKUM / NASIONAL

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Botok Cs Pulang dari DPR, Klaim Rusuh Jakarta Rusak Skenario “Kambing Hitam”

Medialiterasi.id | Jakarta — Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Mas Botok menyatakan kepulangannya dari Jakarta pada Kamis (27/8/2026) justru menggagalkan skenario yang menempatkan kelompoknya sebagai “kambing hitam” kerusuhan.

Pernyataan itu disampaikan Botok setelah 14 perwakilan AMPB selesai beraudiensi dengan pimpinan DPR dan membubarkan diri dengan seruan “Dari Pati Pulang Dulu!”

Menurut Botok, timing kerusuhan yang terjadi setelah massa AMPB meninggalkan Jakarta menjadi kejanggalan. Ia menilai, jika kerusuhan pecah saat mereka masih di Kompleks Parlemen, kelompoknya akan langsung dituding sebagai otak kericuhan.

“Logikanya sederhana. Kami sudah pulang, kami sudah tidak di TKP. Jadi tidak bisa disalahkan,” kata Botok, Kamis malam.

Botok juga menyoroti pembekuan rekeningnya senilai Rp80,9 juta dan peretasan akun media sosial yang terjadi saat aksi di DPR berlangsung. Ia menduga itu bagian dari upaya membangun narasi “dana demo tidak jelas” terhadap AMPB.

Baca Juga  Jokowi Kembali Blusukan di Kabupaten Tegal

Dalam analisisnya, Botok menyebut pihak yang diuntungkan dari kerusuhan setelah AMPB pulang adalah kelompok yang takut dengan desakan pengesahan RUU Perampasan Aset. Ia menduga ada upaya menyusupkan provokator setelah aktor utama aksi damai meninggalkan lokasi.

“Rusuh itu hanya merusak citra kami. Kami berangkat dari isu pemakzulan Bupati Pati. Kepentingan kami menjaga legitimasi gerakan,” ujarnya.

Botok secara khusus menyoroti keterlibatan sejumlah pelajar STM dalam kerusuhan. Ia menyebut ada tiga alasan pelajar mudah dijadikan sasaran: tidak memiliki agenda politik sehingga rentan diarahkan, citra tawuran yang sudah melekat di publik, dan status di bawah umur yang membuat proses hukumnya ringan.

Baca Juga  TMMD Reguler Ke 118 Kodim 0103/Aceh Utara Resmi Dibuka

“Kalau Botok yang rusuh, jejaknya jelas. Ada KTP, ada rumah, ada massa. Kalau anak STM, jejaknya putus,” kata Botok.

AMPB menegaskan aksi 27 Agustus di DPR berjalan damai dan fokus pada dua tuntutan: pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor. Botok menyebut kepulangan massa adalah bentuk strategi agar isu utama tidak tenggelam oleh narasi kerusuhan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari DPR, Polri, maupun pihak yang disebut Botok terkait dugaan skenario tersebut. Polri sebelumnya menyatakan masih melakukan penyelidikan penyebab dan pelaku kerusuhan di sejumlah titik Jakarta pada 27 Agustus 2026.

Botok menutup pernyataannya dengan menyebut kepulangan AMPB sebagai “bentuk perlawanan paling cerdas” untuk menghindari jebakan kriminalisasi gerakan. (*)

Share :

Baca Juga

HUKUM

PERANCIS MEMBARA: Gedung Bersejarah 143 Tahun Dibakar Amuk Massa, Menara Jam Runtuh di Tengah Demo Biaya Hidup

BUDAYA

Kritik Budaya Literasi Semu, Teuku Muhammad Jamil Ajak Ubah Kebiasaan Berbagi Tautan Jadi Berbagi Pemahaman

BERITA

DPN Indonesia dan Pagar Nusa Siapkan 2.000 Beasiswa PKPA bagi Kader Sarjana Hukum

BERITA

Direktur PMMU Lepas Tiga Alumni untuk Lanjutkan Studi ke Universitas Al-Azhar Mesir

BERITA

Polri Ajak Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Online, Jaga Keamanan Digital

BERANDA

Data Terbaru BPBD: Kerusakan Gempa Bogor M 4,1 Melonjak dari 17 Jadi 253 Rumah

BERANDA

Bukan Didepak, Ini Alasan Nama Veda Ega Pratama Hilang di Daftar Sementara Moto3 2027

HUKUM

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK: Apa Syarat Pemakzulan Wapres Menurut Konstitusi?