Home / BERITA / EDUKASI

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Dari Membaca ke Menulis: Pelajar Aceh Utara Diasah Jadi Pengulas Buku yang Kritis

MEDIALITERASI.ID | LHOKSUKON – Lebih dari 100 pelajar mengikuti Pelatihan Resensi Buku Tingkat SMP/MTs yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara, Rabu (19/8/2026).

Peserta berasal dari sejumlah sekolah, termasuk SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe serta perwakilan SMP/MTs lainnya. Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelajar dalam membaca secara kritis, memahami isi buku, menilai sebuah karya, serta menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan.

Pemateri pelatihan, Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd., Ph.D., memberikan pembekalan mengenai teknik menyusun resensi secara sistematis, objektif, menarik, dan mudah dipahami.

Materi yang diberikan mencakup identitas buku, pemahaman isi dan gagasan utama, penyusunan ringkasan, analisis kelebihan dan kekurangan buku, serta penyampaian penilaian secara argumentatif.

Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan penulisan resensi secara langsung dengan pendampingan. Melalui praktik tersebut, peserta diarahkan menerapkan teknik yang telah dipelajari sekaligus mengembangkan kemampuan menyampaikan pendapat berdasarkan isi buku.

Baca Juga  Jadikan Olahraga Pemacu Pembangunan Daerah

Tidak Sekadar Merangkum Isi Buku

Juni Ahyar mengatakan, salah satu kesalahan yang sering ditemukan dalam tulisan pelajar adalah resensi yang hanya berisi rangkuman isi buku.

“Kesalahan yang paling umum adalah siswa terlalu fokus merangkum isi buku, tetapi belum memberikan penilaian yang disertai alasan. Resensi tidak berhenti pada pertanyaan buku ini bercerita tentang apa, tetapi juga apa yang menarik, apa yang kurang, dan mengapa kita memberikan penilaian tersebut,” kata Juni.

Menurut dia, penilaian dalam resensi perlu didukung alasan dan bukti dari buku yang dibaca agar kritik yang disampaikan tidak sekadar menjadi pendapat subjektif.

“Yang paling penting dalam tahap ini bukan kesempurnaan tulisan, tetapi keberanian siswa untuk membaca, berpikir, kemudian menuliskan hasil pemikirannya,” ujarnya.

Juni menilai peserta menunjukkan antusiasme selama mengikuti praktik. Peserta mulai mampu mengidentifikasi unsur buku, menemukan kelebihan dan kekurangan, serta menyampaikan penilaian dengan bahasa mereka sendiri.

Baca Juga  Pentingnya Keterampilan Literasi, Numerasi Dan 4 Cara Menciptakan Perkuliahan Kreatif Di Kampus

Kepala Bidang Pelayanan Publik dan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara, Sri Fujianti, S.Sos., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.

“Melalui pelatihan resensi, kami berharap siswa tidak hanya menjadi pembaca pasif, tetapi juga mampu mengapresiasi dan mengkritisi karya tulis secara bijak,” kata Sri Fujianti.

Menurut Sri, kemampuan menulis resensi dapat menjadi sarana bagi pelajar untuk menyampaikan pendapat sekaligus membangun kebiasaan membaca secara lebih teliti dan kritis.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara berharap kegiatan tersebut dapat mendorong pelajar untuk terus mengembangkan kemampuan membaca dan menulis serta menghasilkan karya literasi di lingkungan sekolah.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong pelajar tidak hanya membaca buku, tetapi juga memahami, menilai, dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab melalui tulisan. (EQ)

Share :

Baca Juga

ACEH

Aceh Timur Raih Predikat “Istimewa” Indeks Reformasi Hukum 2026 dengan Skor 92,6

BERANDA

Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi TPL, Kerugian Negara Sementara Capai Rp2 Triliun

BERANDA

Gempa M7,7 Guncang Flores NTT, Tsunami 1,6 Meter dan 70 Orang Tewas

ACEH

Baitul Mal Aceh Salurkan Rp7,92 Miliar Modal Usaha Tahap II untuk 1.584 Penerima

BERANDA

Penasihat Gubernur Aceh Nilai Bantuan Alsintan Rp2,5 Triliun dari Kementan Rawan Salah Sasaran dan Mangkrak

BERANDA

Disebut “Pengupas Bawang Rp700 Ribu/Kg” oleh Presiden Prabowo, Ibu Susanah dari Cileungsi Klarifikasi: Saya Penjahit

BERANDA

BNN Sita 2,6 Ton Sabu Cair dari Kapal Tanzania di Perairan Bengkalis, Diduga Jaringan Internasional

ACEH

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Ricuh, LBH: Pengerahan TNI Cederai Ruang Demokrasi