MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Analisis media sosial yang dilakukan Monash University Indonesia menemukan adanya pola terorganisir di balik viralnya kembali video dan foto demonstrasi mahasiswa dalam dua pekan terakhir. Pola ini dinilai hampir mustahil dilakukan secara manual.
Dalam kajian tersebut, peneliti menemukan banyak akun media sosial yang secara serentak mengunggah konten aksi mahasiswa disertai narasi serupa. Beberapa narasi yang berulang antara lain: “Demo sebesar ini enggak diliput media?”, “Demo chaos begini, media lokal pada bungkam”, dan “Demo rame di luar, tapi hilang pemberitaan di media arus utama”.
Setelah ditelusuri, sebagian besar video dan foto yang beredar merupakan dokumentasi demonstrasi mahasiswa Universitas Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia pada 12 Juni 2026 lalu. Artinya, konten lama diunggah kembali dengan konteks baru.
Selain aksi demonstrasi, konten yang ikut ramai diperbincangkan juga memuat pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya dan Jakarta. Isu pagar mal ini mencuat setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta sejumlah mal di Jakarta untuk mencopot pagar tersebut.
Monash University Indonesia belum merinci siapa aktor di balik pola tersebut. Namun temuan ini menimbulkan pertanyaan mengenai tujuan penyebaran ulang konten lama dengan narasi yang terkesan menyudutkan media arus utama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam unggahan tersebut.(Red/Sam)







