Home / BERANDA / BERITA / EKBIS / NASIONAL

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:08 WIB

Target 80.000 Koperasi Desa Merah Putih Berjalan, Publik Menanti Bukti Nyata di Lapangan

Program dengan anggaran puluhan triliun mulai memasuki tahap operasional. Pertanyaannya: berapa yang benar-benar hidup dan memberi manfaat?

Medialiterasi.id | Banda Aceh – Program pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dicanangkan pemerintah memasuki bulan pertama operasional pada Agustus 2026. Sejumlah koperasi mulai menempati gedung baru, menerima pasokan barang, dan menempatkan manajer yang sebelumnya mengikuti pelatihan.

Namun di tengah euforia awal, muncul sorotan publik terkait efektivitas program ini. Percakapan di media sosial mempertanyakan sejauh mana koperasi yang dibangun dengan dana negara itu mampu berjalan secara mandiri.

 

Dari Pembangunan Fisik ke Uji Pasar

Pantauan awal menunjukkan sejumlah gedung koperasi sudah berdiri dan mulai diisi barang dagangan. Ada pula laporan pengadaan kendaraan operasional, termasuk unit yang diimpor dari India, serta penempatan manajer hasil pelatihan.

“Yang jadi ujian sekarang bukan lagi bangunannya megah atau tidak. Tapi berapa pengunjung per hari, berapa omzetnya, dan apakah barang murah seperti gas, beras, dan kebutuhan pokok masih tersedia,” ujar seorang pengamat ekonomi koperasi di Jakarta, Jumat (1/8/2026).

Baca Juga  Ribuan Warga Padati Open House Idul Adha Bupati Aceh Timur, Al-Farlaky: Pemerintah Hadir Tanpa Sekat

Ia menekankan, membangun usaha koperasi tidak sama dengan kampanye politik. “Sim salabim tidak berlaku di dunia usaha. Angka penjualan yang akan bicara,” katanya.

Tantangan: Bertahan di Tengah Realitas Pasar

Pemerintah menyatakan akan terus mengucurkan dukungan dana agar koperasi dapat bertahan di tahap awal. Dana tersebut berasal dari APBN dan skema pembiayaan lain.

Kritik muncul karena khawatir ketergantungan pada suntikan dana justru menutupi masalah dasar. Sejumlah pihak memperkirakan dari 80.000 unit koperasi yang ditargetkan, hanya sebagian kecil yang akan benar-benar berkembang. Sisanya dikhawatirkan “hidup segan mati tak mau” atau bahkan tidak beroperasi.

“Kalau 2-3% saja yang sukses itu sudah bagus. Tantangannya adalah 78.000 lainnya. Jangan sampai ratusan triliun yang digelontorkan hanya menyisakan beban cicilan yang akhirnya ditanggung rakyat lewat pajak dan utang,” tulis salah satu opini yang viral sejak pekan lalu.

Baca Juga  Haidar Alwi: Jangan Biarkan Keserakahan Menggerogoti Martabat Bangsa dan Menyengsarakan Rakyat

 

Menunggu Laporan Kinerja

Hingga awal Agustus, Kementerian Koperasi belum merilis data resmi terkait jumlah koperasi yang sudah beroperasi penuh, rata-rata omzet harian, dan jumlah anggota aktif.

Pemerintah sebelumnya menargetkan koperasi ini menjadi penggerak ekonomi desa, menekan harga barang pokok, dan menyerap tenaga kerja lokal.

Waktu akan menjadi penguji utama. Dalam beberapa tahun ke depan, publik akan melihat apakah gedung-gedung koperasi itu benar-benar ramai pembeli, atau hanya berdiri tanpa aktivitas ekonomi yang signifikan.

Publik kini menunggu: bukan lagi janji, tapi laporan penjualan, jumlah anggota, dan dampak nyata di desa.(Red/Sam)

 

Catatan redaksi:

Artikel ini disusun berdasarkan informasi publik dan percakapan yang beredar di masyarakat. Data resmi kinerja 80.000 koperasi masih menunggu rilis dari pemerintah.

Share :

Baca Juga

ACEH

Duka Pante Panah: Sambaran Petir Tewaskan 1 Orang, 2 Korban Dirawat di RSUD Zubir Mahmud*

ACEH

Bupati Al-Farlaky Kebut Huntap Pascabanjir: Data Harus Akurat, Kualitas Jangan Dikompromi

ACEH

Mualem Rotasi Nasir dari Sekda ke Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh

ACEH

Dibawa ke Lahan Kosong Belakang Sekolah, Siswa SMAN di Bener Meriah Dikeroyok Senior Hingga Kritis

ACEH

Pemerintah Aceh Bantah Isu Fadhlullah Jadi Plh Gubernur: Mualem Berhalangan, Dek Fad Jalankan Tugas

BERITA

Studi BRIN: Tsunami Pangandaran 2006 Bisa Capai 8 Meter Lebih karena Gempa Megathrust dan Longsor Laut

BERITA

MoU Helsinki 21 Tahun: Ketika Simbol Dipersoalkan, Tapi Keadilan Rakyat Aceh Diabaikan

ACEH

30 Ibu Rumah Tangga di Aceh Timur Terima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif dari TP PKK