Home / BERANDA / BERITA / EKBIS / NASIONAL

Senin, 27 Juli 2026 - 10:34 WIB

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Alasan Pribadi dan Destry Damayanti Jadi Plt

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA — Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri. Pengunduran diri itu diumumkan Senin, 27 Juli 2026, setelah surat pengunduran dirinya diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto sehari sebelumnya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan kabar tersebut di Gedung Bank Indonesia, Jakarta. Ia menyebut Presiden telah menerima surat itu dan menyampaikan terima kasih atas pengabdian Perry selama menjabat.

“Alasannya bersifat pribadi,” kata Prasetyo singkat.

Untuk sementara, posisi Gubernur BI dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas Gubernur BI.

Mundur di Tengah Tekanan Nilai Tukar

Pengunduran diri Perry terjadi di tengah sorotan terhadap pelemahan rupiah. Pada Mei hingga Juni 2026, nilai tukar rupiah sempat melemah hingga Rp17.600 per dolar AS dan bahkan mendekati Rp18.200 per dolar AS.

Tekanan kepada Perry menguat dalam dua bulan terakhir. Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN Primus Yustisio sempat menyarankan Perry mundur secara gentleman. Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis Uchok Sky Khadafi juga berulang kali menilai BI gagal menjaga stabilitas nilai tukar.

Baca Juga  Penerbitan Duplikat Buku Nikah di KUA Gratis, Masyarakat Diminta Waspada Pungli

Perry sebelumnya menegaskan tugas BI bukan mengunci kurs pada angka tertentu. Menurutnya, BI fokus menjaga agar gejolak rupiah tetap terkendali karena dipengaruhi faktor global maupun domestik.

Rekam Jejak Hampir 8 Tahun

Perry menjabat Gubernur BI sejak 24 Mei 2018. Ia diperpanjang untuk periode kedua pada 2023, menjadikannya Gubernur BI pertama di era reformasi yang menjabat dua periode.

Lahir dari keluarga petani sederhana di Sukoharjo, ia merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara. Selama kepemimpinannya, BI mendorong perluasan QRIS hingga ke transaksi lintas negara. Saat pandemi COVID-19, BI juga menjalankan kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas.

Di bidang ekonomi syariah, Perry mendorong pengembangannya agar lebih luas. Sepanjang masa jabatan ia menerima sejumlah penghargaan, antara lain Governor of the Year Asia Pasifik, Best Central Bank of the Year, Best Macroeconomic Regulator Asia Pacific, dan Bintang Mahaputera Utama yang diberikan Presiden Prabowo pada Agustus 2025.

Baca Juga  Tim URC Polres Lhokseumawe Sisir Lokasi Rawan Guantibmas

Konteks Pejabat Mundur

Pengunduran diri Perry muncul setelah dua pejabat lain juga mundur dalam waktu berdekatan. Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang mundur dengan alasan sakit jantung. Pengacara Hotman Paris Hutapea juga mundur sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah karena alasan kesehatan saraf kejepit.

Di internal BI, sejak Februari 2026 Thomas A.M. Djiwandono menjabat sebagai Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung. Thomas merupakan keponakan Presiden Prabowo. Namun jabatan Pelaksana Tugas Gubernur tetap dipegang Destry Damayanti selaku Deputi Gubernur Senior.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pengumuman resmi mengenai pengganti definitif Gubernur BI.(Red/Sam)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Tolak Hoaks, Aliansi Pemuda Aceh di Jakarta Siapkan Laporan ke Mabes Polri Terkait Video yang Seret Nama Wabup Aceh Timur

ACEH

Video Klarifikasi Dun Belanda Tuai Tanda Tanya, Penggiat Media Soroti Dugaan Tekanan

ACEH

Operasi Tangkap Bandar Narkoba di Bireuen Berujung Duka, Pratu Galuh Nugraha Tewas Terkena Peluru Rekoset

BERITA

Dua Orang Diamankan Terkait Bentrokan di Menteng, Polisi Dalami Peran Masing-masing

BERITA

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Meninggal, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

BERITA

Open Drag Bike Dhira Brata Cup Championship 2026 Resmi Dibuka, Wakapolri: Gas di Sirkuit, Bukan di Jalan

ACEH

Tanggapi Video Viral, Wabup Aceh Timur T. Zainal Abidin: Tempuh Jalur Hukum Jika Tak Klarifikasi

ACEH

Tolak HGU 5.000 Ha, LSM KANA: Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen PT Citra Ganda Utama