Home / BERANDA / BERITA / HUKUM / NASIONAL / POLITIK

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:02 WIB

Tolak Usul Ganti Kepala BPMA, Seberapa Kuat Posisi Nasri Jalal di Mata Bahlil?

Nasri Djalal (kanan) saat menandatangani pakta integritas di depan Menteri ESDM, Bahlil Lahadia

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Usulan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem untuk mengganti Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Nasri Jalal ditolak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Sikap Bahlil itu menguatkan posisi Nasri yang baru 1,5 tahun menjabat. Padahal desakan evaluasi terhadap kinerja BPMA belakangan makin kencang.

Ketua Umum Laskar Panglima Nanggroe, Sulaiman Manaf, Rabu (10/6/2026) meminta Mualem segera mengevaluasi BPMA. Alasannya, produksi migas Aceh terus turun, program _workover_ lambat, dan BPMA dinilai lemah dalam mengawal proyek strategis seperti South Andaman.

“Sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan BPMA. Banyak persoalan strategis yang berdampak pada menurunnya potensi pendapatan Aceh dari sektor migas,” kata Sulaiman.

Baca Juga  Pangdam Iskandar Muda Dampingi Kunjungan Kerja Menteri Pertanian RI di Desa Pintu Makmur

Namun hingga kini tidak ada tanda-tanda Bahlil akan menuruti usulan tersebut.

Dasar Hukum di Tangan Menteri 

PP Nomor 23 Tahun 2015 memang menyebut Kepala BPMA diangkat dan diberhentikan Menteri ESDM berdasarkan usulan Gubernur Aceh. Alasannya pun terbatas: mengundurkan diri, tidak cakap, merugikan negara, atau tersangkut pidana.

Nasri sendiri dilantik Bahlil pada 16 Januari 2025 untuk periode 2025-2030. Saat pelantikan, Bahlil menegaskan semua pejabat ESDM bekerja untuk visi-misi Presiden.

“Saya melantik Bapak-Bapak semua atas nama Presiden,” tegas Bahlil.

Baca Juga  Pohon Rambung Tumbang di Jalan Lintas Pondok Baru Menuju Kecamatan Syiah Utama

Polemik Sejak Awal 

Pengangkatan Nasri memang sudah gaduh sejak awal. Ia menggantikan Teuku Mohamad Faisal dan disebut diusulkan oleh Pj Gubernur, bukan Gubernur definitif. Itu dinilai bertentangan dengan UUPA.

Selain itu, BPMA juga terseret polemik South Andaman karena mengaku tidak dilibatkan dalam Tim PoD Pemerintah Aceh dan tidak menerima tembusan persetujuan dari Kementerian ESDM.

Dengan masa jabatan masih 3,5 tahun lagi dan restu langsung dari Bahlil, kursi Nasri Jalal di BPMA untuk saat ini terbilang aman. Tapi tekanan politik dari Aceh dan sorotan terhadap tata kelola migas membuat posisinya tetap tidak sepenuhnya nyaman.(AYD)

Share :

Baca Juga

ACEH

Waspada! Langit Idi Rayeuk Mulai Berkabut, Asap Tebal dari Palembang dan Jambi Sampai ke Aceh Timur

ACEH

Banjir Luas Landa 9 Kecamatan di Aceh Tamiang, Tanggul Jebol dan Ribuan Warga Mengungsi

BERANDA

BNPB Update Bencana: Banjir-Longsor Landa Gayo Lues & Aceh Tenggara, Karhutla 63 Hektare di Merauke, Padang Masih Terendam

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Siap Rehabilitasi Rumah dan Beri Modal Usaha untuk Mukhlis di Nurussalam

ACEH

Operasional Pasar Malam di Idi Rayeuk Aceh Timur Dipertanyakan Legalitasnya

ACEH

Peringatan Maulid di Aceh Memanas: Aparat Minta Bendera Bintang Bulan Diturunkan

BERITA

Bikin Bangga! Veda Ega Pratama Finis ke-6 di Moto3 Mandalika, Buktikan Mental Baja di Tengah Tekanan

ACEH

Kapasitas Gedung Terlampaui, Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Diserbu Jamaah