Home / ACEH / BERITA / HUKUM

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:14 WIB

KPK Sorot Hibah APBA 2025 untuk Instansi Vertikal yang Sudah Dibayai APBN

Kepala Satgas Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK Harun Hidayat saat melakukan rapat koordinasi pencegahan korupsi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan DPRK kabupaten/kota se Aceh, di Gedung Utama DPRA, di Banda Aceh, Selasa, 19 Mei 2026. (Antara/Rahmat Fajri)

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan masih tingginya alokasi dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2025 untuk instansi vertikal, meski lembaga tersebut telah menerima anggaran dari APBN.

Temuan itu disampaikan Kepala Satgas Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK, Harun Hidayat, dalam rapat koordinasi pencegahan korupsi bersama DPRA dan DPRK kabupaten/kota se-Aceh di Gedung Utama DPRA, Banda Aceh, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga  Sudah Dua Kali PT. Peugot Konstruksi Tuntut Pelunasan Proyek di RS PMI Aceh Utara 

“KPK menemukan hibah masih diberikan meski instansi vertikal sudah dibiayai APBN,” kata Harun.

Dalam paparannya, KPK mencatat sejumlah alokasi hibah Pemerintah Aceh kepada instansi vertikal pada 2025. Rinciannya meliputi lanjutan pembangunan aula Kodam Iskandar Muda Rp4,7 miliar, lanjutan pembangunan gedung Diklat Kejati Aceh Rp9,6 miliar, lanjutan pembangunan gedung Propam Polda Aceh Rp6,68 miliar, rehabilitasi gedung Direktorat Intelkam Polda Aceh Rp6,86 miliar, dan lanjutan pembangunan Rumah Dinas Wakajati Aceh Rp1,35 miliar.

Harun menjelaskan hibah pemerintah daerah kepada instansi vertikal sebenarnya diperbolehkan untuk kegiatan yang langsung melayani masyarakat, seperti KPU, Pramuka, KONI, PMI, dan Samsat. Namun untuk instansi TNI, Polri, dan Kejaksaan, pemberian hibah harus mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk Permendagri Nomor 77 Tahun 2020.

Baca Juga  Sidak Sunyi Tengah Malam, Al- Farlaky Temukan IGD Terkunci Tanpa Dokter Jaga

“Misalnya, tidak boleh diberikan dua tahun berturut-turut, kecuali untuk PMI dan KONI yang setiap tahun tidak masalah. Besarannya juga tidak harus 100 persen dipenuhi. Kalau fiskalnya tidak cukup, jangan dipaksakan. Lihat skala prioritas, kedaruratan, dan kemampuan fiskal,” ujarnya.

Ia menekankan daerah dengan APBD kecil, sedang dilanda bencana, atau dalam kondisi efisiensi anggaran sebaiknya tidak memaksakan pemberian hibah.

“Bila perlu hibahnya Rp0. Lebih fokus ke penanganan bencana. Apa iya, kita tega hibah pada instansi vertikal sementara rakyat kita lebih membutuhkan,” kata Harun.(AYD)

Share :

Baca Juga

ACEH

Cegah Banjir, Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Instruksikan Gotong Royong Massal Bersihkan Parit

ACEH

Demi Hak Rakyat, Bupati Aceh Timur Telepon Gus Ipul: Jadup Adalah Hak Rakyat yang Harus Dipercepat

HUKUM

Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Sabu 1,2 Ton di Pidie, Terkait Jaringan Internasional Tiongkok-Myanmar

BUDAYA

Paradoks Orang Pintar: Banyak yang Merasa Tahu, Tapi Tak Peka Merasakan

BERITA

Pulihkan Kondusivitas Sekolah, Henny Mahera Siregar Ditunjuk sebagai Plh. Kepala SMAN 1 Simpang Ulim

KRIMINAL

Kapolri: Vape Pintu Masuk Narkotika Cair, Cairannya Tak Bisa Dibedakan BNN & Polri!

BERITA

Kick Off Graha Hijau Hitam Tandai Milad Ke-60 KAHMI Sulsel

ACEH

Gerebek Rumah di Meulaboh, Polisi Amankan 4 Orang Dugaan Promosi Jarimah Zina