Home / BERITA / EDUKASI

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:26 WIB

Santri Misbahul Ulum Didorong Kuasai Problem Solving dan Networking Global

MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE – Santri Pesantren Modern Misbahul Ulum didorong menguasai kemampuan problem solving, kepemimpinan, dan networking global sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan serta persaingan di era digital dan globalisasi.

Hal tersebut disampaikan Guru Besar Bidang Keuangan Universitas Malikussaleh, Ghazali Syamni, saat menjadi pemateri pada Diklat Kepemimpinan Santri dan Musyawarah Kerja Pengurus Organisasi Santri masa bakti 2026–2027 di Aula Teuku Umar, Kompleks Pesantren Modern Misbahul Ulum, Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti 43 pengurus organisasi santri dan turut dihadiri Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Martunis, jajaran pengasuhan, wali asrama, pembina organisasi, serta majelis guru.

Dalam pemaparannya, Prof. Ghazali menilai kemampuan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi perkembangan zaman. Menurutnya, santri juga perlu memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta membangun relasi yang luas agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Setelah mendapatkan ilmu, cara menerapkannya agar bermanfaat bagi masyarakat adalah melalui organisasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan organisasi menjadi tempat penting bagi santri untuk belajar mengambil keputusan, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan secara bijak. Menurutnya, tantangan organisasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program kerja, tetapi juga kemampuan pengurus menghadapi dinamika sosial dan perkembangan informasi di era digital.

Baca Juga  Eki Pitung: Bamus Betawi Siap Lindungi dan Perkuat Komunitas Ojek Online di Tengah Dinamika Sosial

“Ketika ada kendala dalam organisasi, solusi terbaik adalah berdiskusi dengan rekan sejawat dan meminta arahan dari pembina yang berpengalaman,” katanya.

Selain problem solving, Prof. Ghazali juga menekankan pentingnya membangun networking sejak dini. Ia menyebut relasi yang baik dapat membuka akses informasi pendidikan, peluang pengembangan diri, hingga kesempatan memperoleh beasiswa luar negeri.

“Organisasi jangan hanya dijadikan tempat menyelesaikan masalah, tetapi juga wadah membangun networking hingga tingkat internasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan, banyak peluang pendidikan global yang dapat diakses santri apabila memiliki kemampuan komunikasi dan jaringan yang baik. Karena itu, ia mendorong para santri aktif mengikuti organisasi dan memperluas relasi di berbagai bidang.

Prof. Ghazali juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu dan pola pikir positif dalam menjalankan organisasi. Ia mengajak para santri menjadikan pesantren sebagai “rumah kedua” agar tercipta hubungan yang harmonis dan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan persoalan.

Baca Juga  Presiden Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah : Tunjukkan Kekuatan Demokrasi Indonesia

Sementara itu, Pembina Organisasi Santri, Rizky Maulana, mengatakan diklat kepemimpinan merupakan agenda rutin pesantren untuk membentuk karakter santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin, berkomunikasi, dan bekerja sama.

Menurutnya, organisasi santri menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para santri dalam menyusun program kerja, membangun kreativitas, dan melatih tanggung jawab kepemimpinan.

“Santri tidak hanya ditempa di kelas formal, tetapi juga dibekali kemampuan leadership dan problem solving agar mampu menjadi teladan bagi yang lain,” ujarnya.

Salah seorang peserta diklat, Danial, mengaku mendapatkan wawasan baru terkait pentingnya komunikasi dan kerja sama dalam organisasi. Ia berharap materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam menjalankan program kerja organisasi santri ke depan.

“Materi yang disampaikan membuka wawasan kami tentang pentingnya membangun relasi dan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah organisasi,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, pengurus organisasi santri masa bakti 2026–2027 diharapkan mampu menyusun program kerja yang adaptif, memperkuat budaya kepemimpinan di lingkungan pesantren, serta membangun jaringan yang lebih luas untuk mendukung pengembangan kapasitas santri di masa depan. (Juanda JZ)

Share :

Baca Juga

ACEH

Miris! Jalan Peureulak-Lokop Putus 60 Meter di STA 73, Warga Serbajadi Dikutip Rp 5/10 Ribu di Jalan Darurat, Surati Gubernur Aceh

ACEH

Cegah Banjir, Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Instruksikan Gotong Royong Massal Bersihkan Parit

ACEH

Demi Hak Rakyat, Bupati Aceh Timur Telepon Gus Ipul: Jadup Adalah Hak Rakyat yang Harus Dipercepat

HUKUM

Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Sabu 1,2 Ton di Pidie, Terkait Jaringan Internasional Tiongkok-Myanmar

BUDAYA

Paradoks Orang Pintar: Banyak yang Merasa Tahu, Tapi Tak Peka Merasakan

BERITA

Pulihkan Kondusivitas Sekolah, Henny Mahera Siregar Ditunjuk sebagai Plh. Kepala SMAN 1 Simpang Ulim

KRIMINAL

Kapolri: Vape Pintu Masuk Narkotika Cair, Cairannya Tak Bisa Dibedakan BNN & Polri!

BERITA

Kick Off Graha Hijau Hitam Tandai Milad Ke-60 KAHMI Sulsel