Home / BERITA / NASIONAL

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:58 WIB

Pemerintah Ratifikasi ILO 188 di Hari Buruh 2026, Perlindungan Awak Kapal Perikanan Diperkuat

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi mengundangkan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 tentang ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188 mengenai Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan. Kebijakan ini diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, sebagai langkah strategis memperkuat perlindungan bagi awak kapal perikanan.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam siaran pers Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan, Sabtu (2/5/2026), menyatakan ratifikasi tersebut menegaskan kehadiran negara dalam melindungi pekerja hingga ke sektor kelautan.

“Melalui ratifikasi ini, negara memastikan kehadirannya tidak hanya di darat, tetapi hingga ke tengah lautan untuk melindungi seluruh awak kapal, termasuk yang bekerja di kapal berukuran kecil,” ujarnya.

Menurut Yassierli, sektor penangkapan ikan memiliki risiko kerja tinggi dan bersinggungan dengan hukum internasional, sehingga membutuhkan standar perlindungan yang kuat dan terukur. Dengan ratifikasi ini, Indonesia dinilai semakin sejajar dengan negara maritim maju dalam penerapan standar ketenagakerjaan global.

Baca Juga  Dibangun Bupati Al-Farlaky, Jembatan Keude 'Ong' Kembali Fungsional

Konvensi ILO Nomor 188 mengatur sejumlah aspek penting perlindungan awak kapal perikanan. Di antaranya kewajiban pemenuhan usia minimum dan kondisi kesehatan pekerja, perjanjian kerja tertulis yang transparan, jaminan kesejahteraan selama bekerja di kapal, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk akses terhadap layanan medis.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya jaminan sosial bagi awak kapal. “Melalui ratifikasi ini, kita ingin memastikan awak kapal memperoleh perlindungan jaminan sosial yang adil dan memadai,” kata Yassierli.

Ratifikasi tersebut juga menjadi instrumen untuk mencegah praktik kerja paksa dan menghapus bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak di sektor perikanan. Pemerintah berkomitmen membangun ekosistem industri perikanan yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan bebas dari eksploitasi.

Baca Juga  Rumah Saiful Amri Hancur Akibat Tertimpa Pohon Kemiri

Yassierli menegaskan, kebijakan ini menjadi tonggak baru dalam perlindungan pekerja sektor kelautan. “Kita ingin memastikan para pekerja di laut tidak merasa bekerja sendirian. Negara hadir menjamin keamanan, keselamatan, dan martabat mereka,” ujarnya.

Sebagai informasi, Konvensi ILO Nomor 188 diadopsi di Jenewa pada 14 Juni 2007 sebagai pembaruan dari sejumlah konvensi sebelumnya, dengan tujuan memperluas perlindungan bagi awak kapal perikanan di seluruh dunia.

Pemerintah menyatakan akan mengawal implementasi regulasi tersebut melalui penguatan aturan nasional dan pengawasan di lapangan. (Gebrina)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Penyadapan Ilegal Diduga Sasar Prabowo hingga Jurnalis, Tiga Orang Ditetapkan Tersangka

HUKUM

Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Pejabat Negara

ACEH

Ahli Dewan Pers Ingatkan di Gathering Medco-BPMA: AI Hanya Alat Bantu, Verifikasi Fakta Tetap Tugas Jurnalis

BUDAYA

Viral! Atraksi Sembur Api Iringi Lagu Aceh Kuthiding di Johor Malaysia, Penonton Karnival Jom Heboh 1 November 2026 Histeris

INTERNASIONAL

Terseret Duel Veda Ega vs Hakim Danish, Alvaro Carpe Gagal Kejar Quiles di Sepang

HUKUM

Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah, Penggugat Desak Prabowo Usulkan 2 Nama Calon Wapres ke MPR

HUKUM

Kronologi Penggerebekan Ma’had Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Santriwati Dibawa Dini Hari – Polisi: Pengembangan Kasus Pembakaran Warung

INTERNASIONAL

Veda Ega Pratama Kibarkan Merah Putih di Sepang, Start P8 Finish P2 Podium Terbaik Sepanjang Karir