Medialiterasi.id | Jakarta – Anies Baswedan dan Novel Baswedan menjenguk aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Namun, saat kunjungan berlangsung, Anies dan Novel tidak dapat bertemu langsung dengan Andrie karena korban masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis. Keduanya hanya dapat bertemu dengan orang tua dan adik Andrie untuk menyampaikan dukungan sekaligus mengetahui perkembangan kondisi korban.
Berdasarkan keterangan keluarga dan rekan-rekan dari KontraS, kondisi Andrie saat ini telah sadar. Meski demikian, ia masih dirawat di ruang perawatan khusus karena risiko infeksi yang tinggi setelah menjalani tindakan medis.
Tim dokter untuk sementara membatasi akses kunjungan terhadap korban. Selama masa pemulihan pascaoperasi, hanya tenaga medis yang diperbolehkan berada di ruang perawatan untuk memantau kondisi kesehatan Andrie secara intensif. Akibat pembatasan tersebut, keluarga pun belum dapat berinteraksi langsung dengan korban.
Karena tidak dapat bertemu secara langsung, Anies menyampaikan pesan tertulis yang berisi dukungan dan doa untuk kesembuhan Andrie.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus penyiraman air keras tersebut. Aparat tengah menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) serta mengumpulkan sejumlah bukti guna mengidentifikasi dan menangkap pelaku yang diduga melakukan penyerangan terhadap aktivis KontraS tersebut. (EQ)







