Home / BERITA

Senin, 9 Maret 2026 - 10:28 WIB

Gunung Sampah di TPST Bantargebang Longsor, Empat Orang Tewas dan Sejumlah Truk Tertimbun

MEDIALITERASI.ID | BEKASI – Longsor gunung sampah terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia serta menimbun sejumlah truk sampah yang sedang beroperasi di lokasi.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kusumo Wahyu Bintoro, mengatakan empat korban tewas akibat tertimbun longsoran sampah.

“Korban meninggal dunia masing-masing berinisial S (60), seorang pedagang kopi di lokasi; E.W. (26), pemulung; D.S. (22), sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara; dan I.S. (40), yang juga bekerja sebagai sopir truk,” ujar Kusumo dalam keterangannya.

Selain korban meninggal dunia, dua orang sopir truk dilaporkan selamat dalam kejadian tersebut, yakni J dan R.

Longsor terjadi di kawasan TPST DKI Jakarta Zona 4C, RT 004 RW 004, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang. Tumpukan sampah yang runtuh menutup akses jalan di area TPST serta menimpa warung kopi dan beberapa truk sampah yang berada di sekitar lokasi.

Baca Juga  Debat Publik Perdana Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bekasi 2024 Berlangsung Semarak

Polisi menduga masih terdapat korban lain yang tertimbun longsoran. Berdasarkan data sementara, jumlah korban diperkirakan sekitar 10 orang, terdiri dari lima sopir truk sampah dan lima warga sekitar yang beraktivitas sebagai pemulung.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang petugas keamanan yang sedang melakukan kontrol di area TPST setelah beristirahat di sebuah warung kopi. Saat itu, saksi mendengar teriakan warga yang menyebutkan adanya longsor.

Ketika mendatangi sumber suara, saksi melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh, menutup jalan, serta menimpa warung kopi dan sejumlah truk sampah.

Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian disebarkan melalui grup komunikasi keamanan TPST sehingga petugas segera menuju lokasi kejadian.

Anggota piket Polsek Bantargebang yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan, pendataan korban, serta membantu proses evakuasi.

Baca Juga  Awak Media Kesulitan Akses Informasi di Pemerintah Kota Bekasi Meski Masa Tanggap Darurat Bencana

Hingga kini, proses pencarian korban masih terus dilakukan dengan menggunakan alat berat berupa ekskavator. Proses evakuasi melibatkan unsur gabungan, antara lain TNI–Polri, BPBD Kota Bekasi, BPBD DKI Jakarta, Basarnas Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar Kota Bekasi, PMI, relawan, serta aparat Kecamatan Bantargebang dan Kelurahan Sumur Batu.

Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, bersama Wakapolda Metro Jaya, Dekananto Eko Purwono, juga turun langsung ke lokasi untuk meninjau proses evakuasi serta memastikan penanganan korban berjalan maksimal.

Keduanya memberikan arahan kepada personel gabungan agar memfokuskan upaya pada pencarian korban yang diduga masih tertimbun longsoran sampah.

Sementara itu, kerugian materi akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab terjadinya longsor di kawasan TPST Bantargebang. (HR)

Share :

Baca Juga

HUKUM

Kapolri: Vape Pintu Masuk Narkotika Cair, Cairannya Tak Bisa Dibedakan BNN & Polri!

BERITA

Kick Off Graha Hijau Hitam Tandai Milad Ke-60 KAHMI Sulsel

ACEH

Ini Pesan Bupati Aceh Timur untuk Mahasiswa: Jaga Kekompakan dan Rawat Asrama IKAPA
Masuk Jaringan Global, UIA Paya Lipah Hadiri WCCE 2026 Kemenekraf RI

BERITA

Hadiri WCCE 2026, Rektor UIA Dorong Penguatan Sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Syariah

BERITA

Tgk Zulfikar Harapkan Peningkatan Sarana Pendidikan pada Hari Santri Nasional 2026

Ekonomi

BREAKING: Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD Mulai Hari Ini – Arahan Survival Mode Prabowo

ACEH

BREAKING: Kapolri Cek Langsung Pabrik Sabu 1,2 Ton di Pidie – Lab Narkoba Terbesar Se-Indonesia Terbongkar!

ACEH

Terus Berikhtiar untuk Rakyat! Bupati Iskandar Al-Farlaky Konsisten Perjuangkan Bantuan Jadup Korban Banjir