Home / BERITA

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:04 WIB

Seruan Kemanusiaan: TPNPB Yahukimo Diminta Lindungi Pesawat dan Warga Sipil

MEDIALITERASI.ID | JAYA PURA – Sejumlah organisasi kemanusiaan menyerukan agar semua pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata di wilayah Yahukimo dan sekitarnya menjunjung tinggi prinsip hukum humaniter internasional, khususnya perlindungan terhadap warga sipil dan fasilitas sipil.

Seruan ini muncul menyusul pengakuan resmi dari TPNPB Kodap XVI Yahukimo atas sejumlah aksi penyerangan, termasuk penembakan pesawat dan kendaraan sipil di wilayah Danowage pada 11 Februari 2026. Pernyataan manajemen markas pusat KOMNAS TPNPB menyebut aksi tersebut dilakukan atas perintah komando wilayah operasi dan memuat ancaman terhadap guru, tenaga kesehatan, pilot, serta warga sipil di Yahukimo.

Pihak kemanusiaan menegaskan bahwa berdasarkan hukum humaniter internasional, warga sipil dan objek sipil tidak boleh menjadi sasaran serangan. Pesawat perintis, kendaraan pelayanan masyarakat, sekolah, dan fasilitas kesehatan termasuk kategori objek sipil yang wajib dilindungi.

Baca Juga  Dewan Adat Minta BRIN Tidak Pindahkan Benda Arkeologi Papua ke Cibinong Science Center

Ancaman terhadap guru dan tenaga kesehatan berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan di pedalaman Papua, karena masyarakat setempat sangat bergantung pada layanan pendidikan dan kesehatan. Selain itu, serangan terhadap transportasi sipil dapat menghambat distribusi logistik, evakuasi medis, serta mobilitas warga yang tidak terlibat konflik.

TPNPB meminta lembaga HAM internasional, termasuk PBB, untuk hadir memberikan ruang aman bagi korban konflik dan pengungsi internal di Papua. Kelompok kemanusiaan menekankan bahwa mekanisme perlindungan internasional dapat ditempuh melalui jalur diplomatik dan kemanusiaan, tetapi penghormatan terhadap hukum humaniter harus menjadi komitmen awal semua pihak.

Baca Juga  Jokowi Di Anugerahi Gelar Adat Masyarakat Ende

Kelompok kemanusiaan juga mengimbau aparat keamanan agar menjalankan tugas dengan prinsip proporsionalitas dan perlindungan terhadap masyarakat sipil. Konflik bersenjata di wilayah Yahukimo–Boven Digoel berisiko memperluas dampak kemanusiaan, termasuk pengungsian warga, terganggunya aktivitas pendidikan, dan lumpuhnya layanan kesehatan.

Semua pihak diharapkan menahan diri, menghentikan ancaman terhadap warga sipil, serta membuka ruang dialog untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut. Penegakan hukum humaniter dan perlindungan masyarakat sipil menjadi kunci menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah konflik. (Mogouda Yeimo)

Share :

Baca Juga

BERITA

Prabowo Resmi Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Sejumlah Menteri dan Pejabat Ikut Berganti

BERANDA

Literasi Bola: Kenapa 7 Gol Belum Aman? Memahami Drama Selisih Gol di FIFA ASEAN Cup 2026

BERANDA

Literasi Hukum: Modus Penyelundupan 50 Kg Sabu via BMW Terbongkar di Bakauheni

BERANDA

DPR Sahkan Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo

ACEH

Aceh Utara Bangkit: 384 Pemuda Diasah Jadi Tenaga Siap Kerja di UPTD BLKI Aceh Utara

BERITA

Hasil Ekshumasi dan Autopsi: Kematian Sutrimo Disebabkan Penyakit Jantung

BERANDA

Literasi Putusan MK: Denny Indrayana Persoalkan Ijazah SMA Gibran, KPU Akui Tak Verifikasi Penyetaraan

ACEH

VIRAL! Ketua JWI Aceh Timur Ingatkan Seluruh Lelaki: Kasih Nafkah ke Istri Wajib Minta Kwitansi atau Bukti Transfer