Home / ACEH / BERITA

Rabu, 7 Januari 2026 - 02:00 WIB

Jalan Provinsi di Cot Irie Rusak dan Tergenang, Warga Desak Perbaikan Jalan dan Drainase

MEDIALITERASI.ID | ACEH BESAR – Kondisi jalan provinsi Blang Bintang Lama Kilometer 6,5, tepatnya di Gampong Cot Irie, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, rusak parah dan tergenang air akibat tidak berfungsinya sistem drainase. Kerusakan tersebut dilaporkan telah menyebabkan kecelakaan warga serta kerusakan kendaraan.

Camat Krueng Barona Jaya, Sayusi, SE, mengatakan genangan air yang menutupi badan jalan telah menimbulkan risiko serius bagi pengguna jalan. Berdasarkan data pihak kecamatan, sedikitnya empat warga dilaporkan mengalami kecelakaan dan satu unit kendaraan rusak akibat kondisi tersebut.

“Kerusakan jalan ini sudah memakan korban. Karena statusnya jalan provinsi, kami berharap penanganan segera dilakukan agar tidak terjadi korban tambahan,” kata Sayusi saat meninjau lokasi bersama jajaran kecamatan, Minggu (4/1/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan air berwarna cokelat menutupi sebagian besar badan jalan, khususnya di depan Masjid Baitul Azhar Cot Irie. Kondisi ini menyulitkan kendaraan melintas, terutama sepeda motor, terlebih pada malam hari dan saat hujan turun.

Baca Juga  RAjT Kartika Oman Kunjungi & Santuni Korban Kebakaran Di Depo Pertamina Plumpang

Sayusi menyebut pihak kecamatan telah menyampaikan laporan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, mengingat ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

Keluhan serupa disampaikan warga setempat. TM Jamil, warga Gampong Cot Irie, mengatakan kerusakan jalan dan genangan air sudah berlangsung cukup lama dan sangat membahayakan.

“Kondisi jalan ini sudah lama rusak dan tergenang, terutama saat hujan. Air menutup lubang, jadi pengendara tidak tahu mana jalan yang aman,” ujar TM Jamil.

Ia mengaku sering menyaksikan pengendara terjatuh di lokasi tersebut. Menurutnya, genangan air kerap menutupi lubang jalan sehingga pengendara tidak sempat menghindar.

“Sudah beberapa kali saya lihat pengendara jatuh, terutama sepeda motor. Ada juga warga yang kendaraannya rusak karena menghantam lubang yang tertutup air,” katanya.

TM Jamil menambahkan, jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk bekerja, ke pasar, dan beribadah. Risiko kecelakaan, kata dia, semakin tinggi pada malam hari karena minimnya jarak pandang.

Baca Juga  Panglima TPNPB Lamek Alipky Taplo dan Tiga Anggota Dilaporkan Tewas

Sementara itu, Geuchik Cot Irie, Sulaiman, menyatakan kekhawatiran terhadap dampak lanjutan jika persoalan drainase tidak segera ditangani. Selain membahayakan pengguna jalan, genangan air berpotensi meluap ke permukiman warga saat curah hujan tinggi.

“Masalahnya bukan hanya jalan rusak, tetapi juga ketiadaan saluran pembuangan air. Jika terus dibiarkan, air bisa masuk ke permukiman warga,” ujar Sulaiman.

Untuk mengurangi risiko kecelakaan, warga secara swadaya memasang tanda peringatan dari ban bekas dan potongan kayu di sejumlah titik berlubang. Namun, warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen berupa pengaspalan ulang jalan dan pembangunan sistem drainase yang memadai.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Aceh belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penanganan kerusakan jalan provinsi di Gampong Cot Irie tersebut. (TM)

Share :

Baca Juga

ACEH

Dari Warkop ke Kelas: MGMP Pendidikan Pancasila SMK Banda Aceh Dorong Guru Ajar dengan Hati

BERITA

PT PIM Luncurkan Program Kampung Mangga, 600 Bibit Kiojay Dibagikan kepada Warga Paloh Lada

ACEH

Hardikda 2026 Di Aceh Timur Khidmat  Bupati Al- Farlaky Galakkan Gerakan Guru Tanam 10.000 Pohon

BERITA

Xi Jinping Dekati Mesir di Tengah Gejolak Timur Tengah, China Perluas Pengaruh dan Tantang Dominasi AS

BERITA

Gunung Sinabung Naik Level III, 615 Warga Dievakuasi: Zona Bahaya Diperluas

BERITA

Pemerintah Buka Jalan bagi Rokok Ilegal Masuk Jalur Legal, Tolak Aturan Siap Diberantas

ACEH

55 Titik Panas Terdeteksi di Aceh, Seluruh Jalur Pendakian Gunung Leuser Ditutup

ACEH

129,5 Hektare Sawah di Aceh Timur Diserang Tikus, Distara Salurkan Pestisida