MEDIALITERASI.ID | ACEH BESAR – Kondisi jalan provinsi Blang Bintang Lama Kilometer 6,5, tepatnya di Gampong Cot Irie, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, rusak parah dan tergenang air akibat tidak berfungsinya sistem drainase. Kerusakan tersebut dilaporkan telah menyebabkan kecelakaan warga serta kerusakan kendaraan.
Camat Krueng Barona Jaya, Sayusi, SE, mengatakan genangan air yang menutupi badan jalan telah menimbulkan risiko serius bagi pengguna jalan. Berdasarkan data pihak kecamatan, sedikitnya empat warga dilaporkan mengalami kecelakaan dan satu unit kendaraan rusak akibat kondisi tersebut.
“Kerusakan jalan ini sudah memakan korban. Karena statusnya jalan provinsi, kami berharap penanganan segera dilakukan agar tidak terjadi korban tambahan,” kata Sayusi saat meninjau lokasi bersama jajaran kecamatan, Minggu (4/1/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan air berwarna cokelat menutupi sebagian besar badan jalan, khususnya di depan Masjid Baitul Azhar Cot Irie. Kondisi ini menyulitkan kendaraan melintas, terutama sepeda motor, terlebih pada malam hari dan saat hujan turun.
Sayusi menyebut pihak kecamatan telah menyampaikan laporan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, mengingat ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
Keluhan serupa disampaikan warga setempat. TM Jamil, warga Gampong Cot Irie, mengatakan kerusakan jalan dan genangan air sudah berlangsung cukup lama dan sangat membahayakan.
“Kondisi jalan ini sudah lama rusak dan tergenang, terutama saat hujan. Air menutup lubang, jadi pengendara tidak tahu mana jalan yang aman,” ujar TM Jamil.
Ia mengaku sering menyaksikan pengendara terjatuh di lokasi tersebut. Menurutnya, genangan air kerap menutupi lubang jalan sehingga pengendara tidak sempat menghindar.
“Sudah beberapa kali saya lihat pengendara jatuh, terutama sepeda motor. Ada juga warga yang kendaraannya rusak karena menghantam lubang yang tertutup air,” katanya.
TM Jamil menambahkan, jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk bekerja, ke pasar, dan beribadah. Risiko kecelakaan, kata dia, semakin tinggi pada malam hari karena minimnya jarak pandang.
Sementara itu, Geuchik Cot Irie, Sulaiman, menyatakan kekhawatiran terhadap dampak lanjutan jika persoalan drainase tidak segera ditangani. Selain membahayakan pengguna jalan, genangan air berpotensi meluap ke permukiman warga saat curah hujan tinggi.
“Masalahnya bukan hanya jalan rusak, tetapi juga ketiadaan saluran pembuangan air. Jika terus dibiarkan, air bisa masuk ke permukiman warga,” ujar Sulaiman.
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, warga secara swadaya memasang tanda peringatan dari ban bekas dan potongan kayu di sejumlah titik berlubang. Namun, warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen berupa pengaspalan ulang jalan dan pembangunan sistem drainase yang memadai.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Aceh belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penanganan kerusakan jalan provinsi di Gampong Cot Irie tersebut. (TM)







