MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat Aceh yang terdampak bencana alam. Salah satu langkah yang disiapkan adalah relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk penghapusan kewajiban pembayaran angsuran pokok dan bunga bagi debitur yang terdampak langsung.
Hal tersebut disampaikan Airlangga Hartarto saat menerima kunjungan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Jakarta, pada hari ini. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam merespons dampak bencana alam di Aceh.
Selain penghapusan angsuran, pemerintah juga memberikan keringanan kepada debitur KUR eksisting, khususnya pelaku usaha yang tidak dapat melanjutkan aktivitas akibat kerusakan usaha yang parah. Bentuk stimulus yang diberikan antara lain perpanjangan tenor pinjaman, pemberian masa tenggang pembayaran, serta penyesuaian suku bunga agar pelaku usaha dapat kembali bangkit secara bertahap.
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga Hartarto juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh, atas nama pribadi, keluarga, serta seluruh keluarga besar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Ia menambahkan, Kemenko Perekonomian bersama sejumlah asosiasi pengusaha sebelumnya telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak di Aceh. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong penyaluran bantuan secara merata serta mempercepat perbaikan infrastruktur publik sebagai fondasi penting bagi pemulihan ekonomi dan kehidupan masyarakat.
Pemerintah menegaskan akan terus hadir, bekerja, dan mendampingi masyarakat Aceh hingga proses pemulihan pascabencana dapat terwujud sepenuhnya. (EQ)







