Home / BERITA

Senin, 22 Desember 2025 - 15:32 WIB

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, Sekjen Kemendagri Minta Daerah Tingkatkan Pemantauan

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) meningkatkan pemantauan kondisi cuaca di masing-masingwilayah. Upaya ini penting untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, mengingat curah hujan dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi.

“Dalam beberapa hari ini cuaca di berbagai daerah di Indonesia mengalami curah hujan yang tinggi. Kami minta untuk terus memonitor laporan ramalan cuaca terutama yang berkaitan dengan cuaca ekstrem di sebagian daerah,” ujarnya pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemda dalam Program 3 Juta Rumah secara hybrid dari Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (22/12/2025).

Lebih lanjut, Tomsi mengatakan daerah perlu belajar dari pengalaman bencana banjir yang terjadi di wilayah Sumatra. Ia menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi tidak hanya berdampak pada aliran sungai, tetapi juga menyebabkan turunnya lumpur serta kerusakan infrastruktur. “Kami berharap bahwa dengan kondisi seperti ini teman-teman kepala daerah beserta dinas-dinasnya bisa mengantisipasi,” ujarnya.

Baca Juga  Sulawesi Selatan Tertinggi Gelar Perhitungan Suara Ulang

Dalam upaya kesiapsiagaan tersebut, Pemda dapat mengajak jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mempersiapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan.

Di sisi lain, Tomsi juga mengingatkan Pemda bahwa hujan deras turut berdampak terhadap hasil panen. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan terkait ketersediaan komoditas perlu menjadi perhatian daerah.

Tomsi meminta Pemda memahami harga komoditas pangan di wilayah masing-masing. Pasalnya, kenaikan harga sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat. “Nah, ini yang kita upayakan supaya harga-harga bisa terkendali dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Ia menegaskan pentingnya komitmen Pemda dalam mengendalikan harga, mengingat dalam waktu dekat akan ada sejumlah momen besar seperti Natal dan Tahun Baru, Ramadan, serta Idulfitri. “Tentunya semua ini memerlukan keseriusan bekerja,” jelasnya.

Baca Juga  Kampus Paya Lipah Gelar Kuliah Tamu, Hadirkan Dosen UIN Alauddin dan UINSU

Dalam kesempatan tersebut, Tomsi juga berdialog dengan sejumlah daerah yang mengalami kenaikan harga beberapa komoditas. Dialog tersebut menggali penyebab kenaikan harga serta langkah penanganan yang dilakukan.

Sebagai informasi, forum tersebut turut dihadiri secara langsung oleh sejumlah pembicara dari kementerian dan lembaga. Mereka di antaranya Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Maino Dwi Hartono, Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) Windhiarso Ponco Adi, Direktur Pembiayaan Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Andri Hikmat, serta pejabat dari Kantor Staf Presiden (KSP). (EQ)

Share :

Baca Juga

ACEH

Beda Keterangan TNI dan Warga soal Tiro, Bupati Pidie: Usut Menyeluruh dan Transparan

ACEH

Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan DAK 2024 di Aceh Tamiang Ditahan, Negara Rugi Rp 1,7 Miliar

BERITA

Polri dan KPAI Perkuat Kerja Sama Lindungi Anak dari TPPO dan Kekerasan

INTERNASIONAL

VEDA EGA PRATAMA DI SIRKUIT LUSAIL, QATAR – DARI ANAK ATC SAMPAI BINTANG MOTO3

BERITA

Aktivis HAM Aceh Desak Pangdam IM Evaluasi Personel TNI Terkait Insiden Tiro

BERITA

Jokowi Minta Publik Ikuti Proses Hukum Terkait Dugaan Penyadapan terhadap Presiden Prabowo

BERITA

Komnas HAM Selidiki Kericuhan Kenduri Maulid di Pidie yang Tewaskan Seorang Warga

HUKUM

Slamet Uliandi Jadi Tersangka Ke-4 Kasus Dugaan Penyadapan Presiden, Belum Ditahan Karena Pasca-Stroke