MEDIALITERASI.ID | PIDIE JAYA – Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng membuka program pendidikan gratis bagi anak-anak dari wilayah terdampak banjir dan longsor. Program ini mencakup biaya pendaftaran, pendidikan, asrama, kitab, seragam, serta makan tiga kali sehari, guna memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak korban bencana.
Program pendidikan gratis tersebut menawarkan jalur Mu’adalah tingkat Wustha dan Ulya yang setara dengan jenjang SMP dan SMA.
Program ini bersifat formal dan resmi, dengan ijazah yang diakui oleh negara. Santri juga berpeluang melanjutkan pendidikan ke jenjang Ma’had Aly (S1), bahkan hingga ke Timur Tengah.
Pimpinan Dayah Darul munawarah Dr. Tgk. H. Anwar Usman yang biasa di panggil Abiya Kuta Krueng menyampaikan keprihatinannya atas dampak besar bencana banjir dan longsor terhadap kehidupan masyarakat, khususnya pada sektor pendidikan. Menurutnya, banyak warga kehilangan rumah, harta benda, serta mata pencaharian, yang berpotensi menyebabkan terputusnya pendidikan anak-anak.
“Yang paling dikhawatirkan adalah munculnya musibah lanjutan berupa hilangnya akses pendidikan bagi generasi Islam Aceh. Karena itu, dayah berinisiatif membuka ruang pendidikan gratis bagi anak-anak korban bencana,” ujar Abiya.
Prioritas penerimaan diberikan kepada anak-anak dari daerah terdampak yang kehilangan rumah, orang tua, atau mata pencaharian keluarga. Calon santri diwajibkan melampirkan surat rekomendasi dari geuchik setempat sebagai bukti kondisi terdampak bencana.
Dayah Darul Munawwarah berlokasi di Desa Kuta Krueng, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Program ini dibuka sejak 20 Desember 2025 hingga waktu yang belum ditentukan, dengan kuota penerimaan santri yang tidak dibatasi.
Para santri rencananya akan ditempatkan di asrama khusus.
Dayah Darul Munawwarah telah memiliki legalitas resmi dari Kementerian Agama sejak 2011 dengan akreditasi Mumtaz.
Sistem pembelajaran Mu’adalah dilaksanakan sebagaimana tradisi dayah salafiyah, dengan kajian kitab turats secara berjenjang. Biaya yang tidak termasuk dalam program gratis ini adalah uang jajan pribadi santri.
Selain pendidikan formal, pihak dayah juga berencana bekerja sama dengan berbagai pihak dan tenaga ahli untuk memberikan pendampingan pemulihan psikososial bagi para santri korban bencana. Program ini bersifat sementara dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Abiya Kuta Krueng berharap para orang tua tetap tabah dan tidak berputus asa dalam menghadapi musibah. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan pendidikan generasi Aceh.
“Insya Allah selalu ada jalan bagi mereka yang bersungguh-sungguh memperjuangkan masa depan anak-anak,” ujarnya.
Bagi orang tua atau wali yang berminat mendaftarkan putra-putrinya, dapat menghubungi Guru Dayah Darul Munawwarah, Tgk. Mujlisal, melalui nomor 0811-3377-465.
Informasi persyaratan pendaftaran lengkap tersedia melalui brosur resmi yang dipublikasikan di akun Instagram Dayah Darul Munawwarah. (EQ)







