Home / OPINI

Selasa, 9 Desember 2025 - 13:43 WIB

Kenyataan Bencana Aceh: Pertanyaan tentang Transparansi dan Keadilan

Foto: Saiful Amri (Ayahdidien)

“Mengapa pemerintah tampaknya menutupi kenyataan sebenarnya mengenai kerusakan, kematian, dan kehancuran akibat bencana hidrometeorologi di Aceh? Bau mayat manusia dikatakan mayat hewan, heboh bencana hanya di media sosial, dan tidak ditetapkan sebagai bencana nasional. Bantuan internasional dicegah, dan listrik, kata Bahlil, sudah pulih 97 persen, namun kenyataannya jauh berbeda…!”

by, Saiful Amri (Ayahdidien) Aktivis Sosial

Aceh, Medialiterasi.id Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh telah menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan keadilan dalam penanganan bencana. Banyak pihak yang merasa bahwa pemerintah telah menutupi kenyataan sebenarnya tentang kerusakan, kematian, dan kehancuran yang terjadi.

Baca Juga  KETIKA "ORBA" BERMAKNA GANDA ; ORANG BAIK ATAU ORANG BARU?

Mayat manusia yang ditemukan di lokasi bencana disebut sebagai mayat hewan, menimbulkan kegemparan dan kemarahan masyarakat. Heboh bencana hanya beredar di media sosial, namun tidak ada tindakan nyata dari pemerintah untuk menangani situasi.

Lebih mengejutkan lagi, bencana ini belum ditetapkan sebagai bencana nasional, sehingga bantuan internasional yang sangat dibutuhkan masih terhambat. Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa listrik di Aceh sudah pulih 97 persen, namun kenyataannya jauh berbeda. Banyak daerah yang masih gelap gulita dan tidak memiliki akses listrik.

Pertanyaan tentang transparansi dan keadilan dalam penanganan bencana ini harus dijawab oleh pemerintah. Masyarakat Aceh dan Indonesia menuntut agar pemerintah bertindak lebih transparan dan adil dalam menangani bencana ini.

Baca Juga  Berhentilah Menghasilkan Pemimpin yang Berhutang Politik dan Balas Budi

“Kami menuntut agar pemerintah segera menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional dan membuka akses bantuan internasional. Kami juga menuntut agar pemerintah lebih transparan dalam menyampaikan informasi tentang kerusakan dan korban jiwa,” kata seorang aktivis sosial.

Pemerintah harus bertindak lebih cepat dan lebih transparan dalam menangani bencana ini. Masyarakat Aceh dan Indonesia tidak bisa menunggu lagi.(*)

 

*) Idi Rayeuk, Selasa 9 Desember 2025

by, Saiful Amri (Ayahdidien) Aktivis Sosial

 

Share :

Baca Juga

BERANDA

Wacana Alih Fungsi Blok Andaman Jadi KEK Lhokseumawe Disorot, Warga Aceh Tekankan UUPA

ACEH

Dua Dekade Berkuasa, Mengapa Aceh Belum Sejahtera?

BUDAYA

Media Sosial di Persimpangan Iman: Ketika Ruang Digital Menguji Etika dan Akhlak

BERANDA

Viral Karena Dilarang: “Pesta Babi” Buka Borok Kolonialisme, Etika Dokumenter, dan Kebebasan Berekspresi

OPINI

PANCASILA DALAM KRISIS MORAL: Ketika Pengkhianatnya Adalah Mereka yang Bersumpah Menjaganya

OPINI

Aceh Darurat Pendidikan: Ijazah Bertambah, Nalar Menghilang

OPINI

Putusan MK 128/PUU-XXIV/2026 dan Jalan Panjang Keadilan Politik Perempuan

OPINI

Kenapa Orang Pintar Banyak yang Boncos? Rahasia “OS Mental” di Balik Sukses Finansial