Home / OPINI

Minggu, 23 November 2025 - 20:03 WIB

Kopi, Penghibur Hati Paling Ramah di Rontarasa

Oleh: Dr. Bukhari.M.H- Penikmat kopi Aceh.

Ada satu kalimat yang begitu sederhana tetapi mampu merangkum perjalanan batin banyak orang: Kopi adalah penghibur hati paling ramah. Di Rontarasa, ungkapan ini menemukan maknanya yang paling utuh. Terutama ketika segelas Black Ronta hadir di meja, dan obrolan hangat mengalir antara dua orang yang sama-sama mencintai ketenangan salah satunya . Safrizal, sahabat diskusi yang tak pernah kehabisan hikmah.

Meneguk Black Ronta bersama Dr. (Cand) Safrizal selalu menghadirkan perspektif baru. Di balik pahitnya kopi hitam itu, ada pemikiran-pemikiran jernih yang muncul dari obrolan ringan namun bernas. Rontarasa menjadi ruang yang tidak hanya menghibur hati, tetapi juga menghidupkan intelektualitas. Kopi hitam bukan sekadar minuman, ia adalah jembatan untuk merenungi hidup dari sudut yang lebih jujur dan lebih tenang.

Baca Juga  Pernyataan Bahlil Lahadala Tentang Sosok Raja Jawa Semakin Membuat Keruh dan Kegaduhan

Black Ronta mengajarkan satu pelajaran penting: bahwa kejujuran rasa itu menenangkan. Sama seperti diskusi bersama Dr. (Cand) Safrizal yang selalu to the point, jujur, tetapi menyejukkan. Dalam hidup yang sering dipenuhi basa-basi, kopi hitam dan seorang teman yang tulus adalah kombinasi yang sulit dicari. Di sinilah kopi bekerja sebagai terapi sederhana menghibur tanpa bertanya, menenangkan tanpa syarat, menemani tanpa menghakimi.

Di sudut Rontarasa, tempat aroma kopi dan suara obrolan berbaur lembut, banyak keresahan justru dibongkar dengan cara paling elegan: dengan diam sejenak, menyeruput Black Ronta, lalu menyimak sudut pandang Safrizal yang selalu penuh ketelitian dan kebijaksanaan. Kadang, satu kalimat darinya sudah cukup untuk merapikan kekusutan pikiran yang sejak pagi menggantung.

Baca Juga  Kenapa Sejumlah Pensiunan TNI Bersemangat Desak Reformasi Polri?

Rontarasa memberi ruang bagi siapa saja untuk menata rasa. Di era ketika hidup terus berlari, meneguk kopi bersama seseorang yang tepat membuat waktu seakan melambat. Black Ronta menjadi semacam simbol bahwa pahit tidak selalu menyakitkan; pahit bisa menjadi guru yang bijak apabila dinikmati bersama orang yang tepat.

Pada akhirnya, kopi tidak menyelesaikan masalah. Tetapi ia menguatkan hati.
Dan ketika Black Ronta diteguk bersama Dr. (Cand) Safrizal, kopi bukan sekadar penghibur hati paling ramah ia menjadi pengingat bahwa setiap jeda yang jujur akan membawa kita kembali pada kejernihan.

Karena hidup memang tidak harus selalu manis. Yang penting, ia bisa dinikmati pelan-pelan, sambil menata rasa dan memperdalam makna.

Share :

Baca Juga

OPINI

“Jangan Jual Aqidah Demi Nafkah”: Ajaran Agama Kita Ingatkan Pentingnya Memilih Pekerjaan Halal

OPINI

Merdeka dari Krisis Soft Skills: Menyiapkan SDM Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur

OPINI

Perdamaian Harus Menjadi Energi Positif: Mendorong Aceh Menuju Kesejahteraan, Kemandirian, dan Kedaulatan Ekonomi

OPINI

Gas Aceh, Kita Dapat Apa? Antara Potensi Raksasa dan Realitas Warga yang Masih Gelap

OPINI

Likuidasi Jiwasraya Selesai, Publik Tanya: Rekomendasi Siapa dan Bagaimana Nasib Asabri?

OPINI

26 Tahun Bumi Flora: Ketika Kursi Kekuasaan Mengubur Konflik Agraria Aceh Timur

EDUKASI

Pendidikan Indonesia: Masih Fair atau Sudah Menuju Good?

ACEH

Pasca Banjir Bandang-Longsor, Warga Aceh Desak Pemerintah Segera Realisasikan Dana Pemulihan 2026