Home / BERITA

Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:09 WIB

Mentan Amran Tegaskan Tidak Ada Lagi Ruang Mempermainkan Petani Indonesia

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pihak yang mempermainkan nasib petani, terutama dalam hal distribusi dan penjualan pupuk bersubsidi.

Amran menuturkan, pemerintah akan bertindak tegas terhadap distributor atau pengecer yang menaikkan harga pupuk di luar ketentuan. “Bila Anda menaikkan harga, pada hari itu juga izinnya kami cabut. Tidak ada ruang lagi untuk mempermainkan petani Indonesia. Tidak ada ruang bagi mafia atau korupsi di sektor pertanian,” tegas Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Amran mengumumkan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen yang mulai berlaku secara nasional per hari ini. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki tata kelola pupuk sekaligus menekan biaya produksi sektor pertanian.

Baca Juga  SPBU Jadi Markas Mafia Solar? Dugaan Penyelewengan Subsidi Mencuat Lagi di Sumenep

“Hari ini adalah tonggak sejarah. Atas arahan Bapak Presiden, harga pupuk bersubsidi resmi turun 20 persen mulai hari ini. Ini berita gembira bagi seluruh petani Indonesia,” ujar Amran.

Adapun rincian penurunan harga pupuk bersubsidi adalah sebagai berikut:

Pupuk Urea: dari Rp2.250 per kg menjadi Rp1.800 per kg (per sak: Rp112.500 menjadi Rp90.000).

Pupuk NPK: dari Rp2.300 per kg menjadi Rp1.840 per kg (per sak: Rp115.000 menjadi Rp92.000).

Amran menjelaskan, penurunan harga pupuk tersebut merupakan hasil efisiensi besar-besaran yang dilakukan pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini tidak menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Inilah hasil efisiensi dan efektivitas kerja pemerintah. Tanpa menambah anggaran, kita berhasil menurunkan harga pupuk 20 persen,” jelasnya.

Baca Juga  Petani Cot Girek Terjepit: Wereng Mengganas, Harga Gabah Merosot

Dengan turunnya harga pupuk, Amran optimistis biaya produksi petani akan menurun, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan mereka.

“NTP (Nilai Tukar Petani) pasti naik, kesejahteraan petani meningkat, biaya produksi turun, dan produksi pertanian akan naik di tahun-tahun berikutnya,” kata Amran.

Ia menambahkan, keberhasilan kebijakan ini merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, BUMN pupuk, serta jajaran terkait. “Ini kerja bersama, bukan individu. Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia Pak Sudaryono, Direktur Utama Pak Rahmat, hingga seluruh jajaran ikut berperan aktif,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Amran menyampaikan pesan Presiden Prabowo agar sektor pertanian terbebas dari praktik mafia dan korupsi.

“Presiden selalu menegaskan: hilangkan koruptor dan mafia di sektor pertanian. Tolong dukung petani Indonesia dan berikan yang terbaik untuk mereka,” pungkasnya. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERITA

Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola Jelang Piala Dunia 2026

BERITA

519 Peserta Ikuti CAT Akademik Seleksi Akpol 2026, Polda Metro Jaya Pastikan Transparan

BERITA

Kajati Aceh Pimpin HUT Ke-75 PERSAJA, Jaksa Agung Soroti Integritas Insan Adhyaksa

BERITA

PBB Tunjuk Rizal Aiyubi Pimpin DPC Pidie

BERITA

Kapolda Aceh Ajak Semua Pihak Hargai Kerja Keras Mualem Bangun Aceh

BERITA

Geledah Kantor DP3AKB, Polres Aceh Barat Dalami Dugaan Korupsi Dana BOKB Rp1,6 Miliar

BERITA

Kemendagri Berikan Insentif Fiskal Miliaran Rupiah bagi Daerah Berprestasi di Kalimantan

BERITA

Wali Kota Lhokseumawe Temui KemenPAN-RB, Perjuangkan Kepastian Nasib 3.698 PPPK