Home / BERITA

Jumat, 5 September 2025 - 22:17 WIB

Puan Maharani Pimpin Rapat Pimpinan DPR, Sepakat Hentikan Tunjangan Perumahan dan Moratorium Kunjungan Kerja

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menggelar pertemuan bersama pimpinan fraksi partai politik di ruang rapat pimpinan DPR, kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2025). Pertemuan ini membahas langkah transformasi lembaga legislatif sekaligus merespons gelombang aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah dalam sepekan terakhir.

Dalam keterangan resminya, Puan menegaskan pentingnya pembenahan menyeluruh di tubuh DPR. “Saya baru saja memimpin urun rembuk untuk transformasi DPR. Semua ketua fraksi sepakat menghentikan tunjangan perumahan bagi anggota dan melakukan moratorium kunjungan kerja bagi anggota maupun komisi DPR,” ujarnya.

Puan menambahkan, DPR harus terbuka terhadap kritik publik dan menjadikannya bahan evaluasi. “Prinsipnya, DPR akan terus berbenah. Aspirasi masyarakat adalah masukan yang membangun. Saya sendiri yang akan memimpin reformasi DPR,” kata Puan.

Baca Juga  Aduan Dugaan Amoral Ketua Komisi II Masuk DPRD, BK Pamekasan Diuji Ketegasannya

Pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsurijal, Saan Mustopa, serta para ketua fraksi. Sebelumnya, DPR telah mengundang perwakilan 16 organisasi mahasiswa pada Rabu (3/9/2025) untuk berdialog terkait situasi bangsa pascademonstrasi besar 25–31 Agustus 2025.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam kesempatan itu menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas berbagai kekeliruan maupun kekurangan DPR dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. “Permintaan maaf ini tidak cukup tanpa evaluasi dan perbaikan menyeluruh. Semua itu akan dilakukan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegas Dasco.

Menurut Dasco, pimpinan DPR telah berkomitmen mengambil langkah nyata, termasuk mengevaluasi gaji serta tunjangan anggota, hingga menunda berbagai perjalanan dinas baik dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, DPR juga mendukung pembentukan tim investigasi terkait dugaan makar dan mendorong percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset.

Baca Juga  Proyek P3-TGAI Didesa Batuputih Laok Jadi Bancakan, Ketua Kelompok Hippa Enggan Merespon Wartawan

“Tuntutan pengurangan pajak juga sudah disampaikan kepada pemerintah dan akan dibahas lebih lanjut di DPR,” tambahnya.

Langkah yang ditempuh pimpinan DPR dipandang sebagai sinyal perubahan menuju lembaga legislatif yang lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada rakyat. Meski demikian, publik kini menanti realisasi konkret dari janji reformasi tersebut. Konsistensi para wakil rakyat akan menjadi penentu tingkat kepercayaan masyarakat terhadap DPR ke depan. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Nasabah Protes Keras: Restrukturisasi Polis Jiwasraya oleh IFG Dinilai “Merampas Masa Depan”, Dana Beasiswa Pendidikan Lenyap

BERANDA

Kasus Gratifikasi Batu Bara Kukar Melebar, KPK Usut Aliran Rp3,5 Miliar dan Dugaan Keterlibatan Ahmad Ali

BERANDA

KPK Sita Rp3,5 Miliar dari Rumah Ahmad Ali, Diduga Gratifikasi Batu Bara Mantan Bupati Kukar

BERANDA

Mulai Oktober 2026, Pemerintah Buka Rekening Massal di BRI untuk 200 Juta Warga, Dapat Dana Awal Rp50.000

BERITA

Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas Ditembak di Muliama, Pelaku Masih OTK, West Papua Army Bantah Terlibat

BERANDA

Jenazah Wili Mbuik, CPNS Dinas Pertanian Jayawijaya Korban Penembakan, Diberangkatkan ke Kupang

ACEH

DPRK Aceh Timur Setujui Pertanggungjawaban APBK 2025, Bupati Al-Farlaky Banjir Apresiasi

ACEH

MBG di Persimpangan: Efisiensi Jangan Kalahkan Keamanan Pangan