MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat kinerja impresif pada semester I 2025. Arus peti kemas tumbuh 6 persen secara year-on-year (YoY) menjadi 9,5 juta TEUs, mengiringi pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,12 persen pada triwulan II 2025.
Kinerja ini melanjutkan tren positif dalam lima tahun terakhir, di mana volume peti kemas Pelindo naik konsisten dari 7,6 juta TEUs pada semester I 2021, 8,0 juta TEUs (2022), 8,4 juta TEUs (2023), dan 9,0 juta TEUs (2024), hingga mencapai rekor 9,5 juta TEUs pada 2025.
Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, menegaskan pencapaian ini merupakan buah dari transformasi bisnis pasca merger yang memperkuat daya saing operasional. “Tren pertumbuhan ini menjadi bukti bahwa strategi konsolidasi dan peningkatan layanan pelabuhan telah memberikan hasil nyata bagi perekonomian,” ujarnya, Sabtu (8/8/2025).
Kinerja positif ini ditopang oleh meningkatnya aktivitas pelayaran internasional, terutama di jalur perdagangan strategis seperti Indonesia–China. Tahun ini, sedikitnya tiga rute baru dioperasikan oleh SITC Haiyetong dan Pacific International Lines, memperluas konektivitas logistik dan mempercepat arus barang.
Perusahaan pelayaran global juga merasakan dampak positif. Ocean Express Network (ONE) asal Jepang mencatat pertumbuhan 5 persen pada paruh pertama tahun ini, bahkan lebih tinggi untuk rute tertentu. “Indonesia–China menjadi salah satu rute dengan peningkatan signifikan,” ungkap Presiden Direktur ONE Indonesia, Keishin Watanabe.
Selain peti kemas, arus bongkar muat kendaraan kapal Ro-Ro melonjak 105 persen menjadi 831 ribu unit. Lonjakan ini diimbangi dengan penguatan keamanan dan keselamatan, seperti pemasangan jembatan timbang dan penetapan batas ketinggian kendaraan.
Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan nasional penertiban kendaraan over dimension dan over load (ODOL), yang diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan dan menjaga kelancaran logistik. “Dengan tren ini, kami optimistis Pelindo akan terus menjadi motor penggerak ekonomi nasional,” pungkas Arif. (**)







