Home / BERITA

Jumat, 8 Agustus 2025 - 14:44 WIB

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Patok Batas Tanah Penting untuk Hindari Konflik dan Dukung Penataan Ruang

MEDIALITERASI.ID | PURWOREJO–  Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus menggalakkan pemasangan patok tanda batas tanah kepada masyarakat. Program ini dinilai krusial untuk mencegah konflik pertanahan sekaligus mendukung penataan ruang yang berkelanjutan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, dalam kegiatan Pencanangan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) yang digelar di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (7/8/2025).

“Salah satu program kita hari ini, yaitu pemasangan patok tanda batas, sangat penting. Selain untuk menandai batas bidang tanah masing-masing, juga bertujuan membedakan mana batas kawasan hutan dan mana yang termasuk Areal Penggunaan Lain (APL),” ujar Nusron dalam sambutannya.

Baca Juga  Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Minta Maaf dan Klarifikasi Soal Pernyataan Kepemilikan Tanah oleh Negara

Menteri Nusron menjelaskan bahwa penandaan batas fisik yang jelas antara kawasan hutan dan APL sangat dibutuhkan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam kepemilikan dan pemanfaatan lahan. Berdasarkan data Kementerian ATR/BPN, dari total luas daratan Indonesia sekitar 190 juta hektare, sebanyak 120 juta hektare merupakan kawasan hutan, sementara sisanya 70 juta hektare tergolong APL.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kawasan seperti hutan, garis pantai, dan sempadan sungai merupakan milik negara (common property), bukan milik pribadi (private property). Oleh sebab itu, pemanfaatan di wilayah tersebut harus mematuhi peraturan yang berlaku.

“Kalau ada yang berjualan atau mendirikan warung di sempadan sungai, itu seharusnya tidak diperbolehkan. Namun kenyataannya banyak yang seperti itu, bahkan banyak disertipikatkan, terutama di Jawa Barat. Hal itu berisiko menyebabkan bencana seperti banjir,” tegas Nusron.

Baca Juga  Ganjar Pranowo Gelar Gebyar Seni Budaya Tradisional Jaran Kepang dan Serahkan Bantuan Gamelan

Melalui program GEMAPATAS, Kementerian ATR/BPN berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya kepemilikan batas tanah yang legal dan jelas, demi mewujudkan tertib pertanahan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, Virgo Eresta Jaya; para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN; Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Lampri; Kepala Kanwil BPN D.I. Yogyakarta, Dony Erwan; serta unsur Forkopimda dari kedua provinsi. (M Ranto)

Share :

Baca Juga

BERANDA

PNS di OKI Tewas Ditusuk Istri di Depan Masjid At-Taqwa, Dipicu Persoalan Biaya Berobat Anak

BERANDA

Kontroversi Tikungan 4 Moto3 Austria: Veda Pratama Kena Double Long Lap Usai Senggolan dengan Munoz

BERANDA

Anggaran Rp2,32 Triliun untuk 2.298 Sekolah di Aceh, TTI Temukan 7 Red Flag Revitalisasi

BERANDA

OTT Revitalisasi Sekolah di Palembang, 2 Oknum PPPK Jadi Tersangka, 21 Kepsek Diperiksa Polda Sumsel

BERITA

Yosep Gobai Pertanyakan Pengakuan Delapan Kepala Suku oleh Pemprov Papua Tengah

BERITA

Presiden Prabowo Hadiri 100 Tahun Gontor, Tekankan Pendidikan, Kemandirian Pangan, dan Kedaulatan Maritim

BERITA

Anies ke Makassar, Gerakan Rakyat Sulsel Matangkan Konsolidasi Politik Menuju 2029

BERANDA

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp106 Miliar OTT ATR/BPN ke Muktamar NU ke-35, Nama Nusron Wahid Terseret