Home / BERITA

Kamis, 7 Agustus 2025 - 18:03 WIB

Polri dan Bulog Gerak Cepat Stabilkan Harga Beras Lewat Gerakan Pangan Murah

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Perum Bulog meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini sebagai respons atas masih tingginya harga beras yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah daerah.

Rapat persiapan pelaksanaan GPM digelar hari ini di Mabes Polri, dipimpin oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, serta dihadiri Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, jajaran Polda/Polres, dan mitra terkait secara daring.

Dalam arahannya, Irwasum Polri menegaskan pentingnya kolaborasi nyata di lapangan. Ia menyoroti rendahnya realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun ini yang baru mencapai 8.000 ton dari target 1,3 juta ton.

Baca Juga  Polres Aceh Timur Pastikan Kesehatan Personel Lewat Rikkes Berkala

“Fungsi Binmas harus menjadi ujung tombak: pastikan data stok akurat, koordinasi intensif dengan Bulog, dan penyaluran tepat sasaran. Program ini akan dilombakan antar wilayah. Dan yang paling penting, jangan sampai ada penyimpangan,” tegas Komjen Dedi.

Dirut Bulog, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan kesiapan infrastruktur logistik Bulog, termasuk 1.514 gudang dengan total kapasitas 3,7 juta ton. Bulog juga menyiapkan fasilitas “tunda bayar 7 hari” untuk Koperasi Polri (Primkoppol) guna memudahkan penyaluran beras SPHP.

Pembelian dibatasi maksimal 10 kg per konsumen, kecuali untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan) seperti Maluku dan Papua yang menggunakan kemasan 50 kg.

Baca Juga  Piala Imum Mukim Buloh Blang Ara Dibuka, Cempeudak FC Permalukan Babah Lueng Di Laga Perdana

Seluruh beras wajib dijual di bawah HET zonasi, tidak boleh dijual kembali, dan distribusi tercatat melalui aplikasi Klik SPHP aplikasi digital yang memfasilitasi proses pengajuan, pembayaran, hingga pelaporan dalam 8 tahap.

Deputi I Badan Pangan Nasional menekankan agar kualitas beras, kestabilan stok, dan manfaat nyata dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia juga mendorong publikasi capaian sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.

Sementara itu, Dirtipideksus Bareskrim Polri memperingatkan agar penyaluran tidak dimanfaatkan oleh oknum ‘pemain besar’ dengan melakukan pendataan ketat dan pelaporan harian.

Polri membuka akses partisipasi publik dalam pengawasan distribusi melalui Hotline 110 atau aplikasi Klik SPHP. Pelanggaran terhadap HET, penyaluran tidak resmi, atau penyimpangan lainnya akan dikenai sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku. (M Ranto)

Share :

Baca Juga

ACEH

SEKBER Aceh Desak Pemerintah Pusat Perjelas Otsus dan Skema Bagi Hasil Sumber Daya Alam Aceh

BERITA

Gubernur Aceh Minta Menteri ESDM Tunda Persetujuan PoD I Lapangan Tangkulo WK South Andaman

BERANDA

Pecah Telur! Hakim Danish Podium 3 Moto3 Italia, Pembalap Malaysia Pertama Naik Podium GP Sejak 2016

ACEH

3 Hektar Lahan di Julok Terbakar, Camat Imbau Warga Stop Bakar Sampah Sembarangan di Musim Kemarau

ACEH

Turun 2 Persen, Angka Kemiskinan Aceh Timur Kini 11,24 Persen  

BERITA

PT EMJ Agro Nusantara Buka Lowongan Sales dan Marketing Eksekutif untuk Wilayah Aceh

BUDAYA

Media Sosial di Persimpangan Iman: Ketika Ruang Digital Menguji Etika dan Akhlak

ACEH

Bupati Al-Farlaky: Adat Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Modal Sosial Pembangunan Aceh Timur