Home / BERITA

Jumat, 1 Agustus 2025 - 15:52 WIB

Transmigrasi Antar Provinsi Picu Polemik, Masyarakat Aceh Serukan Prioritas Transmigrasi Lokal

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Rencana pelaksanaan program transmigrasi antar provinsi ke Aceh menuai kritik dari berbagai kalangan masyarakat. Penolakan muncul terutama terkait rencana pemindahan penduduk dari luar daerah, khususnya dari Pulau Jawa, ke sejumlah wilayah di Aceh.

Dalam forum diskusi “Seunambong Gareh Endatu” yang berlangsung di Banda Aceh, Sabtu (25/7/2925), sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis sosial menyampaikan keprihatinan terhadap program tersebut. Mereka menilai kebijakan tersebut belum relevan, mengingat masih banyak masyarakat lokal, termasuk mantan kombatan, yang kesulitan mendapatkan akses terhadap lahan dan pekerjaan.

Salah satu peserta forum menyoroti ketimpangan dalam distribusi lahan. “Rakyat kita sendiri masih kekurangan lahan, tapi lahan dengan mudah diberikan kepada pendatang. Ini perlu dievaluasi,” ujarnya dalam diskusi yang disiarkan secara daring dan mendapat perhatian luas di media sosial.

Baca Juga  Polda Metro Jaya Gelar Patroli Skala Besar, 147 Personel Dikerahkan

Sejumlah pihak menyarankan agar Pemerintah Aceh lebih memprioritaskan program transmigrasi lokal, yaitu pemindahan penduduk antar kabupaten/kota di dalam wilayah provinsi. Program ini dinilai lebih tepat sasaran dan berpotensi menurunkan angka kemiskinan serta mendorong pemerataan pembangunan di daerah.

Beberapa manfaat transmigrasi lokal yang disampaikan antara lain :

Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, akses terhadap lahan dan modal usaha.

Pemerataan pembangunan antara daerah perkotaan dan pedesaan.

Pemanfaatan lahan tidur, termasuk lahan seluas lebih dari 19 ribu hektare yang telah disiapkan pemerintah.

Penguatan kerja sama antar daerah (KSAD) dan penghindaran konflik sosial karena melibatkan partisipasi masyarakat lokal.

Pemerintah Aceh telah menetapkan Kecamatan Cot Girek di Kabupaten Aceh Utara sebagai wilayah percontohan untuk pelaksanaan transmigrasi lokal. Kawasan ini diarahkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, seperti pertanian, perikanan, dan wisata bahari.

Baca Juga  Tali Seling Putus, Getek di Sungai Simpang Jernih, Aceh Timur Hanyut Saat Akan Jemput Anak Sekolah

Untuk mendukung rencana ini, pemerintah juga sedang menyiapkan infrastruktur pendukung seperti jalan penghubung dan pelabuhan ferry untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah transmigrasi.

Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat mendesak Pemerintah Aceh, termasuk Gubernur dan DPR Aceh, agar membatalkan rencana transmigrasi dari luar daerah. Mereka meminta agar pemerintah berkomitmen menjalankan program transmigrasi lokal secara menyeluruh dan berpihak kepada kepentingan masyarakat Aceh.

“Jangan biarkan rakyat menjadi penonton di tanah sendiri,” ujar salah satu tokoh masyarakat dalam pertemuan terbatas.

Pemerintah Aceh diharapkan dapat mengambil kebijakan yang tidak hanya responsif terhadap dinamika sosial, tetapi juga mengedepankan prinsip keadilan, keberlanjutan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. (**)

Share :

Baca Juga

ACEH

76 Santri Wustha dan Ulya SPM YPI Darussa’adah Idi Cut Diwisuda, Bupati Alfarlaky Minta Alumni Jaga Almamater

BERITA

42 Tim dari Berbagai Kampus Bersaing, Hanya 10 Lolos ke Final Lomba Esai Nasional FKIP Unimal

ACEH

Diduga Mabuk, 4 Mahasiswa Unimal Ribut dengan Warga di Dewantara, Rektor Tempuh Jalur Damai

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Buka Pendaftaran Calon Anggota Periode 2026-2031, Ini Syarat dan Jadwalnya

ACEH

Polres Aceh Timur Gelar Perkara Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMP di Idi Tunong, Status Hukum AS Ditentukan Jumat

ACEH

Bupati Al- Farlaky Lantik T. Reza Rizki Pj.Sekda Atim

BERITA

Presiden Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter bagi Nelayan Kapal 30–200 GT

ACEH

Spanyol Tundukkan Prancis 2-0, Oyarzabal dan Porro Antar ke Final