Home / BERITA

Selasa, 29 Juli 2025 - 01:34 WIB

Rakerwil Tani Merdeka Indonesia 2025: Dorong Hilirisasi Pertanian dan Penguatan Komunitas Petani Sumut

MEDIALITERASI.ID | MEDAN – Organisasi kemasyarakatan Tani Merdeka Indonesia (TMI) Sumatera Utara sukses menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2025 di Hotel Grand Inna Medan. Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir, Ketua DPW TMI Sumut Dr. H. Muhammad Husni, SE., M.Si., serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan. Seluruh pengurus DPD TMI se-Sumatera Utara juga turut hadir.

Rakerwil ini difokuskan pada penyusunan program strategis untuk pemberdayaan petani di berbagai daerah. Salah satu inisiatif utama yang disoroti adalah pembentukan Koperasi Tani Merdeka Indonesia di pedesaan, yang bertujuan mempermudah penyaluran pupuk bersubsidi, bantuan modal, serta distribusi benih unggul.

Dalam arahannya, Dr. Husni menekankan pentingnya kolaborasi antar anggota dan aksi nyata di lapangan. “Logo organisasi tidak cukup. Yang penting adalah aksi nyata dan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani,” tegasnya.

Baca Juga  Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44 Persen, Sektor Pertanian Jadi Andalan

Hilirisasi pertanian menjadi isu kunci dalam forum tersebut, dengan TMI bertekad menjadi mitra strategis Dinas Pertanian. Program ini mendukung agenda besar Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan menjadikan Sumut sebagai salah satu lumbung padi nasional.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumut, Razali, yang hadir mewakili Gubernur Bobby Nasution, mengapresiasi peran TMI. Ia menyebut bahwa program-program TMI berkontribusi terhadap peningkatan hasil panen serta mendorong partisipasi generasi muda dalam sektor pertanian.

Sementara itu, Ketua Umum TMI Don Muzakir menyampaikan pesan dari Wakil Menteri Pertanian RI sekaligus Dewan Pembina Pusat TMI, Mas Sudaryono, yang menyoroti pentingnya penguatan organisasi hingga ke tingkat desa dan pemanfaatan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) secara bertanggung jawab.

“Jangan sampai bantuan alsintan dijual belikan, seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” pesannya.

Baca Juga  Pernyataan Tito soal Bantuan Malaysia Tuai Kritik, Isu Etika Diplomasi Jadi Sorotan

Dalam pernyataannya, Don Muzakir juga menyinggung hasil capaian awal pemerintahan Presiden Prabowo, dengan cadangan beras nasional di Bulog yang telah mencapai 5 juta ton. Ia optimistis target swasembada pangan akan tercapai dalam waktu dekat.

Ia juga mengingatkan ancaman “serakahnomik”, yakni praktik para distributor nakal yang membeli gabah dengan harga rendah dari petani namun menjual beras ke konsumen dengan harga tinggi. “Ini bertolak belakang dengan upaya pemerintah membeli gabah dari petani dengan harga yang adil,” katanya.

Acara Rakerwil ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Tani Merdeka Indonesia Sumut dan DPD Partai Gerindra Sumut. MoU ini diwakili oleh Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut, Bobby O. Zulkarnain.

Dalam sambutannya, Bobby menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap Partai Gerindra dapat menjadi jembatan aspirasi petani kepada pemerintah. (RI -1/HD)

Share :

Baca Juga

ACEH

Dua Terduga Pelanggar Qanun Khalwat Banda Aceh Baru Hadir Setelah Disorot Publik, Proses Hukum Telat Jalan

ACEH

Musisi Aceh Timur Maimunzir Rilis “Gas Beracun”, Suarakan Dampak Dugaan Polusi Industri ke Warga

ACEH

9 Warga Desa Blang Paoh Sa Aceh Timur Terjangkit DBD, 3 Masih Dirawat di RSUD Zubir Mahmud

ACEH

Door to Door, Kapolsek Idi Rayeuk Tebar Kepedulian Lewat Program Jum’at Berkah

ACEH

Satlantas Polres Aceh Timur Mulai Sosialisasi Jelang Operasi Patuh Seulawah 2026, Keselamatan Bukan Sekadar Kepatuhan

BERANDA

Kejagung Geledah Kantor BGN, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Dugaan Korupsi MBG

ACEH

Disnakermobduk Aceh dan Serikat Pekerja Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan

BERITA

Operasi Patuh Seulawah 2026 Digelar 8–21 Juni, Ini Lima Pelanggaran yang Jadi Sasaran Satlantas Polres Lhokseumawe