Home / BERITA

Selasa, 10 Juni 2025 - 20:12 WIB

FABEM Sumut Gelar Konsolidasi Tolak Tambang Nikel di Raja Ampat

MEDIALITERASI.ID | SUMUT – Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Sumatera Utara menggelar konsolidasi untuk menolak rencana penambangan nikel di Raja Ampat, Papua Barat. Gerakan solidaritas ini bertujuan untuk mengumpulkan 1000 tanda tangan penolakan tambang nikel di daerah tersebut. Senin (09/06/2025)

Penambangan nikel memiliki dampak lingkungan yang signifikan, termasuk pencemaran air, tanah, dan kerusakan ekosistem. Selain itu, penambangan nikel juga dapat menyebabkan dampak sosial, seperti kehilangan mata pencaharian dan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga  Geuchik Dan Bendahara Desa Paya Bilie Ditahan Atas Dugaan Penyalah Gunaan Dana Desa

Raja Ampat merupakan salah satu surga keanekaragaman hayati laut di dunia, dengan kekayaan hayati yang luar biasa. Daerah ini memiliki lebih dari 2.500 spesies ikan laut, 75% spesies karang dunia, dan berbagai jenis moluska.

FABEM Sumut menyatakan sikapnya sebagai berikut:

1. Menolak keras rencana penambangan nikel di Raja Ampat karena dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang tidak dapat diperbaiki.
2. Meminta Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, untuk segera menghentikan eksplorasi tambang nikel di Raja Ampat.
3. Meminta Kejaksaan Agung RI untuk memeriksa indikasi pelanggaran hukum dalam penerbitan izin tambang.

Baca Juga  Dr. Tasrif M. Saleh: Supremasi Keteladanan Harus Menjadi Jiwa Seluruh Anggota Polri

Bendahara FABEM Sumut, Ismail Hasibuan, menyatakan bahwa organisasi ini siap mengawal gerakan 1000 tanda tangan penolakan tambang nikel di Raja Ampat. FABEM Sumut akan bekerja sama dengan organisasi lain dan masyarakat untuk memperkuat gerakan ini dan memastikan bahwa lingkungan hidup di Raja Ampat tetap terjaga. [**]

Share :

Baca Juga

BERANDA

Prediksi Maroko vs Haiti 24 Juni 2026: Atlas Lions Wajib Menang, Peluang Lolos 32 Besar Hampir Pasti

ACEH

Tegakkan Hukum, Kejari Aceh Tenggara Tahan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Jembatan Rp9,9 Miliar

OPINI

Jejak Digital Tak Pernah Lupa: Mengapa Etika Bermedia Sosial Semakin Penting

BERANDA

Dorong Perang Total, Pernyataan Ben-Gvir Tuai Kritik: Israel Lebih Pilih Konflik Ketimbang Damai

BERANDA

Dua Dekade Setelah Tsunami, Solidaritas Pembaca Kompas Kembali Bangun Sekolah di Aceh Timur

ACEH

Bustami Nahkodai PGRI Aceh Timur 2024–2029, Komitmen Tingkatkan Profesionalisme Guru

ACEH

Perjuangan Pembaca Kompas Wujud: SDN Teumpeun Aceh Timur Dibangun Ulang Pasca Banjir 2025

ACEH

Kompas Bangun Kembali SDN Teumpeun, Bupati Al-Farlaky: Investasi Masa Depan Generasi