Home / BERITA / EDUKASI

Jumat, 23 Mei 2025 - 18:01 WIB

Mahasiswa IAIN Lhokseumawe Didorong Bangun Komunitas Film untuk Kajian Komunikasi Islam

MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE -Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe gelar pelatihan intensif programmer film yang diikuti oleh enam mahasiswa dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Selasa-Rabu (21-22/5/2025). Kegiatan ini merupakan implementasi dari kerjasama antara FUAD dengan Aceh Documentary Film sebagai bagian dari Program Programmer Gampong Film yang digagas Aceh Documentary Film.

Pelatihan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan kuratorial film menyusun program pemutaran yang relevan secara sosial dan kultural, sekaligus menjadikannya sebagai sarana edukatif dan reflektif dalam studi komunikasi berbasis nilai-nilai Islam.

“Kami ingin membangun komunitas film di kampus, bukan sekadar untuk tontonan, tapi juga sebagai ruang kajian. Film bisa menjadi jembatan memahami realitas sosial dan menjadi materi pembelajaran dalam komunikasi Islam,” ujar Dr.Rizqi Wahyudi, M.Kom.I., Wakil Dekan III FUAD.

Baca Juga  Tidak Semua Orang Bisa Menjadi Guru

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, Dr. Ruhama Wazna, turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan ini. Ia menyatakan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi fakultas dalam pengembangan ilmu berbasis konteks sosial, budaya dan kearifan lokal.

“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Harapannya, ini menjadi awal dari berbagai inisiatif lain yang memadukan film dengan kajian keislaman, terutama dalam ranah Komunikasi dan Penyiaran Islam,” kata Dr. Ruhama Wazna.

Dalam pelatihan ini, mahasiswa dikenalkan pada proses penyusunan tema pemutaran film, diskusi kontekstual, serta aspek teknis seperti hak cipta, distribusi film, hingga pengelolaan ruang pemutaran. Mereka juga diajarkan bagaimana mengelola acara pemutaran yang edukatif dan mendalam.

Fadhil, mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, mengaku pelatihan ini membuka perspektif baru. “Saya baru sadar bahwa film bisa menjadi alat perubahan. Ia bisa dianalisis, dikaji, dan dijadikan media dakwah yang kontekstual,” tuturnya.

Baca Juga  IAIN Lhokseumawe Wisudakan 751 Mahasiswa, 115 Diantaranya Berpredikat Cumlaude

Aceh Documentary menilai penting kehadiran programmer film di lingkungan kampus sebagai penggerak perubahan. Di luar dominasi layar bioskop komersial, film dokumenter dan alternatif bisa menjadi media refleksi sosial yang tajam, apalagi bila dikaji dalam kerangka akademik.

“Bioskop boleh belum ada di kota ini, tapi jika komunitas film tumbuh di kalangan mahasiswa, maka kita telah menyiapkan landasan budaya yang kokoh. Film tidak hanya ditonton, tapi dipikirkan dan dikaji,” kata Jamaluddin Phonna, perwakilan Aceh Documentary.

Dengan pelatihan ini, diharapkan mahasiswa IAIN Lhokseumawe dapat menjadi pelaku aktif dunia film yang mencerahkan melalui kajian, apresiasi, dan penyebaran gagasan yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan kebutuhan masyarakat. [**]

Share :

Baca Juga

ACEH

GEUKOM AGRIFARM Jajaki Kolaborasi dengan AMANAH untuk Kembangkan Greenhouse Berbasis Smart Farming dan IoT

ACEH

Miris! Jalan Peureulak-Lokop Putus 60 Meter di STA 73, Warga Serbajadi Dikutip Rp 5/10 Ribu di Jalan Darurat, Surati Gubernur Aceh

ACEH

Cegah Banjir, Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Instruksikan Gotong Royong Massal Bersihkan Parit

ACEH

Demi Hak Rakyat, Bupati Aceh Timur Telepon Gus Ipul: Jadup Adalah Hak Rakyat yang Harus Dipercepat

HUKUM

Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Sabu 1,2 Ton di Pidie, Terkait Jaringan Internasional Tiongkok-Myanmar

BUDAYA

Paradoks Orang Pintar: Banyak yang Merasa Tahu, Tapi Tak Peka Merasakan

BERITA

Pulihkan Kondusivitas Sekolah, Henny Mahera Siregar Ditunjuk sebagai Plh. Kepala SMAN 1 Simpang Ulim

KRIMINAL

Kapolri: Vape Pintu Masuk Narkotika Cair, Cairannya Tak Bisa Dibedakan BNN & Polri!