Home / BERITA

Jumat, 23 Mei 2025 - 15:23 WIB

Peni Pekei Bebas Setelah Satu Tahun Penahanan Tanpa Bukti Kuat

MEDIALITERASI.ID | NABIRE – Peni Pekei alias Petrus Pekei akhirnya dinyatakan bebas dari Lapas Kelas IIB Nabire setelah menjalani penahanan selama satu tahun penuh. Rabu, (21/05/2025)

Penangkapan Peni Pekei pada 17 Mei 2024 di Kampung Ekaugida, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua, menuai kontroversi karena tidak adanya bukti kuat yang mendukung tuduhan terhadapnya.

Baca Juga  Kinerja BKSDA Dinilai Melempem

Selama proses persidangan yang berlangsung selama hampir enam bulan, sebanyak 10 kali persidangan ditunda dan 10 kali sidang berlangsung tanpa kejelasan bukti. Tidak adanya barang bukti yang jelas dan sah menimbulkan pertanyaan besar terkait dasar hukum dari penahanannya.

Kasus Peni Pekei menambah panjang daftar kriminalisasi terhadap warga Papua yang dilakukan oleh aparat negara tanpa prosedur hukum yang transparan. Banyak pihak menilai penangkapan Peni Pekei sebagai bentuk nyata kriminalisasi sistemik terhadap orang Papua, terutama mereka yang bersuara atau dianggap berbeda.

Baca Juga  DPP PDI-P Tuding Polisi Brutal di Pilkada Paniai, Nason Uti: Pernyataan itu adalah Pembohongan Publik

Pembebasan Peni Pekei diharapkan menjadi momentum untuk meninjau kembali proses hukum yang berlaku dan memastikan bahwa hak-hak asasi manusia warga Papua dihormati dan dilindungi. [Mogouda Yeimo]

Share :

Baca Juga

ACEH

Baitul Mal Aceh dan FDP Salurkan Bantuan Usaha untuk Tingkatkan Kemandirian Mualaf

BERANDA

Menlu Kecam Penahanan 9 WNI Relawan Gaza oleh Israel: “Tindakan Tak Bisa Diterima”

ACEH

Idul Adha 1447 H: Bupati Aceh Timur Ajak Masyarakat Semarakkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

ACEH

Sambut Idul Adha 1447 H, Bupati Aceh Timur Pusatkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

BERANDA

Pemerintah Larang Film ‘Pesta Babi’, Yasinta Moenwen Sebut Kesaksiannya Dimanipulasi

ACEH

Muda Seudang Protes Penunjukan Ketua DPW Partai Aceh Timur, Sebut Cacat Prosedur

ACEH

Pergub JKA Dicabut, ARA Alihkan Fokus ke Tambang Beutong Ateuh dan Penanganan Korban Banjir

BERANDA

Puluhan Miliar Dana OSF Mengalir ke LSM dan Lembaga Akademis Indonesia, Apa Saja Programnya?