Home / BERITA

Minggu, 9 Maret 2025 - 13:21 WIB

Awak Media Kesulitan Akses Informasi di Pemerintah Kota Bekasi Meski Masa Tanggap Darurat Bencana

MEDIALITERASI.ID | BEKASI – Disaat Pemerintah Kabupaten Bekasi menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi mulai dari 5 Maret 2025 hingga 18 Maret 2025 akibat banjir yang merendam sejumlah lokasi di Bekasi.

Awak media mengaku mengalami kesulitan untuk mengakses informasi dari pihak pemerintah yang berwenang terkait penanganan banjir. Hal tersebut disesalkan oleh sejumlah pewarta.

Kurangnya kerja sama yang baik antara pihak pemerintah Bekasi dengan awak media menimbulkan Dugaan kurangnya transparansi pemerintah dalam pengelolaan pengeluaran anggaran untuk menanggulangi Banjir yang saat ini sedang merendam sejumlah bagian di wilayah Bekasi.

Transparansi dan komunikasi yang baik antara pemerintah dan media merupakan perihal yang sangat penting dalam situasi bencana untuk memastikan informasi yang akurat dan terkini yang dapat disampaikan kepada masyarakat.

Baca Juga  IKA SMAN Unggul Aceh Timur Siap Berkolaborasi dengan Bupati Terpilih

Oleh karena itu awak media mengharapkan pemerintah Kota Bekasi dapat meningkatkan koordinasi dengan awak media untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat terkait langkah – langkah strategis dalam penanggulangan warga yang terdampak.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengumpulkan empat kepala daerah, yaitu Wali Kota Bekasi, Bupati Bekasi, Wali Kota Depok dan Bupati Bogor, untuk membahas solusi penanganan banjir dan progres di masing-masing daerah.

“Kita lakukan bersama sesuai dengan daerah masing-masing, apa permasalahannya dipaparkan satu-satu untuk langkah solusinya,” ujar Dedi,

Dedi menyebut penanganan banjir di empat daerah terdampak banjir tersebut membutuhkan operasional kurang lebih Rp 500 miliar. Anggaran tersebut nantinya akan menjadi urunan keempat pemerintah daerah.

Selain itu, operasi modifikasi cuaca juga termasuk dalam langkah penanganan yang akan diambil, mengingat curah hujan tinggi diprediksi masih terus terjadi pada 11-20 Maret mendatang. Untuk pengerjaan, rencananya akan dimulai Senin pekan depan.

Baca Juga  Presiden Tekankan Efesiensi Penggunaan APBN di Tingkat Kementrian Hingga Daerah

“Jika dilihat seperti ini suasana akan kondusif dan akan mengurangi dampak banjir lagi, serta ditambah dengan modifikasi cuaca,” paparnya.

Pada rapat koordinasi para kepala daerah tersebut, dijelaskan jika problem utama banjir berasal dari pertemuan Sungai Cilengsi, Kali Cikeas, dan Kali Bekasi yang berujung di Bojong Kulur, Bogor.

Selain penanganan dari hulu, akan dilakukan juga pelebaran sungai di daerah yang dialiri air dari pertemuan sungai tersebut, terutama Kota Bekasi yang terdampak paling parah. Juga ada pembangunan bendung baru menggunakan dana Pengelola Jaringan Tirta (PJT). [Ranto]

Share :

Baca Juga

ACEH

Baitul Mal Aceh dan FDP Salurkan Bantuan Usaha untuk Tingkatkan Kemandirian Mualaf

BERANDA

Menlu Kecam Penahanan 9 WNI Relawan Gaza oleh Israel: “Tindakan Tak Bisa Diterima”

ACEH

Idul Adha 1447 H: Bupati Aceh Timur Ajak Masyarakat Semarakkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

ACEH

Sambut Idul Adha 1447 H, Bupati Aceh Timur Pusatkan Takbir Keliling di Simpang Ulim

BERANDA

Pemerintah Larang Film ‘Pesta Babi’, Yasinta Moenwen Sebut Kesaksiannya Dimanipulasi

ACEH

Muda Seudang Protes Penunjukan Ketua DPW Partai Aceh Timur, Sebut Cacat Prosedur

ACEH

Pergub JKA Dicabut, ARA Alihkan Fokus ke Tambang Beutong Ateuh dan Penanganan Korban Banjir

BERANDA

Puluhan Miliar Dana OSF Mengalir ke LSM dan Lembaga Akademis Indonesia, Apa Saja Programnya?