Home / BERITA / OPINI

Senin, 22 Januari 2024 - 03:06 WIB

Jangan-Jangan Kita Palsu Semua

oleh M Rizal Fadillah (Pemerhati Politik dan Kebangsaan)

DEBAT tidak ada yang menarik selain gimik “tengil” Gibran dan jawaban Cak Imin soal pertanyaan LFP (Lithium Ferrophospate) Gibran yang dikaitkan dengan dukungan terhadap tambang nikel. Belajar dari perdebatan terdahulu, Cak Imin tidak bersedia menjawab. Menurutnya perdebatan ini seharusnya berlevel “policy” atau kebijakan bukan menebak-tebakan. 

Konteks level inilah Muhamin yang menyebut “Jangan-jangan ijazah kita palsu semua”. Singgungan sederhana soal ijazah menjadi tidak sederhana ketika didalami. 

Singgungan, sindiran, dan diksi kepenasaran dilempar Muhaimin untuk menjawab pertanyaan Gibran. 

Gibran Rakabuming Raka sebelumnya memang santer digoyang soal ijazah, baik ijazah “Sarjana” Australia maupun “SMA” Singapura nya. Pertama kali dilontarkan akun twitter atau X @ Dokter Tifa yang menyebut Gibran tidak pernah kuliah di University of Technology Sydney (UTS) Insearch Sydney Australia. 

Pihak Kemendikbud ristek mengkonfirmasi bahwa Gibran mengantongi ijazah Bachelor of Science dari University of Bradford Singapura yang terbit tanggal 13 November 2010. Dr Tifa menyatakan aneh jika Gibran hanya kuliah 2 tahun di Universitas Bradford tersebut. Muncul pula isu beli ijazah. 

Baca Juga  Pon Yaya Terpilih Aklamasi Pimpin KONI Aceh Periode 2025–2029

Demikian juga mengenai ijazah di Australia yang menyerap status sarjana, padahal “kuliah” Insearch hanya “kursus” atau tahap persiapan kuliah menuju di University of Technology Sydney (UTS). Kemendikbud yang beredar di medsos menerangkan ijazah Australia ini setara SMK. Jadi agak “pabaliut” alias tidak jelas. 

Simpang-siur ijazah Gibran ini menambah beban keluarga Jokowi. Jokowi sendiri lebih parah gonjang-ganjing keaslian ijazahnya. Hebatnya itu berkaitan dengan ijazah SD, SMP, SMA hingga Universitas yang diragukan keasliannya. Dalam kasus pidana dengan kriminal Bambang Tri dan Gusnur di PN Surakarta, tidak ada satu pihak pun baik saksi atau JPU yang menyatakan pernah melihat keberadaan apalagi keaslian ijazah SD, SMP dan SMA Jokowi. 

Kini kasus ijazah palsu Jokowi berada di ruang gugatan perdata PN Jakarta Pusat. Jokowi, KPU, Mendikbud, UGM dan lainnya digugat oleh Bambang Tri dan Muslim Arbi Cs. Hampir 4 bulan berjalan konferensi belum juga muncul ijazah Jokowi, khususnya ijazah Sarjana. Rakyat mencurigai kebenaran foto copy ijazah yang beredar. Berbagai kejanggalan mengindikasi adanya kepalsuan. 

Baca Juga  12 dari 27 Pelaku Pencabulan Bergilir Terhadap Anak di Sampang Ditangkap, Polisi Kejar 15 Orang Lainnya

“Jangan-jangan ijazah kita palsu semua” menyindir kultur palsu yang menjadi warna kehidupan bangsa kita. Mobil palsu, kereta cepat palsu, ibu kota palsu, sertifikat tanah palsu, bansos palsu, peradilan palsu hingga Cawapres pun palsu. Gibran itu anak haram konstitusi. Putusan palsu MK akibat Hakim Ketua Pamanda tercinta. 

Di Bandung terbentuk Forum Alumni Perguruan Tinggi Bandung Berijazah Asli sebagai gerakan untuk menghargai dan menghormati hal-hal yang bersifat asli, termasuk ijazah. Sadar bahwa kepalsuan telah menghancurkan budaya dan moral bangsa. 

Sadar bahwa ternyata Presiden pun palsu.

Bandung, 22 Januari 2024

Share :

Baca Juga

ACEH

GEUKOM AGRIFARM Jajaki Kolaborasi dengan AMANAH untuk Kembangkan Greenhouse Berbasis Smart Farming dan IoT

ACEH

Miris! Jalan Peureulak-Lokop Putus 60 Meter di STA 73, Warga Serbajadi Dikutip Rp 5/10 Ribu di Jalan Darurat, Surati Gubernur Aceh

ACEH

Cegah Banjir, Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Instruksikan Gotong Royong Massal Bersihkan Parit

OPINI

Kebhinekaan dalam Pidato, Penyeragaman dalam Praktik: Catatan Kritis Teuku Muhammad Jamil untuk Sumpah Pemuda 2026

ACEH

Demi Hak Rakyat, Bupati Aceh Timur Telepon Gus Ipul: Jadup Adalah Hak Rakyat yang Harus Dipercepat

HUKUM

Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Sabu 1,2 Ton di Pidie, Terkait Jaringan Internasional Tiongkok-Myanmar

BUDAYA

Paradoks Orang Pintar: Banyak yang Merasa Tahu, Tapi Tak Peka Merasakan

BERITA

Pulihkan Kondusivitas Sekolah, Henny Mahera Siregar Ditunjuk sebagai Plh. Kepala SMAN 1 Simpang Ulim