Home / BERITA

Rabu, 17 Januari 2024 - 12:08 WIB

Petani Menderita Pupuk Langka, Kios ini Jadi Sorotan Petani Muda

Medialiterasi.id | SUMENEP, — petani di kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengeluhkan kelangkaan pupuk selama tiga pekan terakhir, Terhitung sejak tahun 2023. Bahkan, sejumlah petani mengeluhkan kualitas tanaman mereka yang menurun imbas kelangkaan pupuk tersebut.

“Sejak tiga minggu terakhir ini mau nyari (membeli) pupuk susah, kita petani terpaksa meminta (pupuk) ke teman yang masih menyimpan stok lama meskipun sedikit,” kata salahsatu petani asal Legung timur Kecamatan Batang-batang kepada media ini, Selasa (16/1/2024).

Ia menduga, kelangkaan pupuk di wilayahnya ada kongkalikong kios dan Kapoktan yang mencoba bermain dengan cara menjual pupuk Subsidi guna meraup keuntungan yang lebih besar.

Masak, petani sudah masuk ke kelompok dan terdaftar di RDKK tidak menerima pupuk mas.

Baca Juga  Polisi Geledah Ulang Pengungsi Rohingya:  15 Unit Handphone Ditemukan

Sekarang sengsara Pupuk mas di kios, entah Dijual kemana ya?. Biasanya pupuk itu dikeluarkan sebelum hujan, cair dan cair tapi ketika musim kemarau langka begini. “Ungkapnya.

Padahal, saat ini petani yang ada di kecamatan Batang-batang seringkali mengalami kelangkaan pupuk, namun masih ada oknum yang dengan tega menjual pupuk bersubisidi ke Luar wilayah setempat.

“saya sangat menyayangkan, petani kita sering sekali mengalami kelangkaan pupuk. Pupuk sering langka, kok malah jual,” Jelasnya.

Ia menilai, dengan adanya dugaan kasus tersebut, seolah menjawab persoalan yang kerap dipertanyakan oleh masyarakat, tentang alasan mengapa ketersediaan pupuk bersubsidi tidak dapat memenuhi kebutuhan petani setempat.

Menurutnya, hal itu sangat merugikan para petani di Kabupaten Sumenep, yang telah membanting tulang untuk bekerja di sawah, demi menghasilkan komoditi-komoditi pertanian yang berkualitas.

Baca Juga  Hadiri G20, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Bertolak ke Afrika Selatan

“Ini seolah menjawab kenapa terjadi kelangkaan pupuk, jelas sangat merugikan petani kita. Sudah banting tulang, malah dihadapkan dengan masalah seperti ini,” lanjutnya.

Dirinya juga mendesak, agar aparat penegak hukum dapat memberikan tindakan tegas bagi para pelaku, serta tidak membiarkan kasus penyimpangan tersebut berlarut-larut, dengan mempertimbangkan nasib para petani Sumenep.

“Tolong segera ditindak tegas, diusut siapa pelakunya dan jangan dibiarkan berlarut-larut. Sekali lagi, kasihan petani kita,” tandasnya.

Sementara itu, Pewarta berupaya untuk konfirmasi ke kios setempat namun tidak punya akses hingga berita ini dinaikkan. (*)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Dua Warga Aceh Didakwa Selundup 147 Kg Sabu di Perairan Pulau Pinang, Terancam Hukuman Mati

BERANDA

Pilot Malaysia Airlines Tersangka Selundup 25,1 Kg Ekstasi, Terbang dengan 170 Penumpang dalam Kondisi Positif Narkoba

BERANDA

Listrik Padam, Ribuan Ayam Mati: Peternak Palangka Raya Lempar Bangkai ke Kantor PLN

ACEH

Al Farlaky Lantik Sejumlah Kepsek dan Kepala Puskesmas, Tekankan Amanah Pelayanan Publik

ACEH

Dandim, Bupati, Kapolres Aceh Timur dan PT Medco Berlaga Bareng di Lapangan Mini Soccer

BERANDA

Artikel Opini “Ya’juj Ma’juj Fans Club” Viral, Soroti Dukungan Publik terhadap Trump dan Netanyahu

ACEH

Banjir Landa Aceh Timur, PGRI Hadir Ringankan Beban 144 Guru di Julok dan Indra Makmu

BERANDA

MK Putuskan Dana MBG Harus Dipisahkan dari Anggaran Pendidikan 20 Persen