Oleh :
T.M. Jamil
Pengamat Sosial, Guru pada Sekolah Pascasarjana USK, Banda Aceh
“Jangan Menginginkan Yang Terbaik, Namun Mari Berikanlah Yang Terbaik. Hidup Itu Sederhana ; Ambil Keputusan, Lakukan Dan Jangan Menyesalinya”.
ADA SESEORANG SAAT MELAMAR KERJA, memungut sampah kertas di lantai lalu dibuang ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan di kantor tersebut. Sahabatku, Yang Mulia, Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup dengan memelihara kebiasaan yang baik. Bukankah untuk memulai sesuatu yang baik, hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang baik pula. Ingin dihargai? Berbuatlah yang terbaik dalam hidup ini untuk siapapun dan dimanapun dirimu berada.
Lalu, Ada seorang anak menjadi murid di sebuah toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil yang membersihkan sepedanya diajak untuk bekerja di tempatnya. Subhanallah…! Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja. Oleh karena itu, modal untuk meraih sukses adalah “belajar untuk memulai yang terbaik dan menyenangkan hati orang lain”. Jangan pernah berharap dirimu akan sukses, kalau hanya menanti dan menanti, apalagi kalau dirimu hanya sibuk mengkritik orang lain. Padahal gagalnya seseorang dalam meraih impian karena ketidakmampuannya dalam mengikuti perkembangan, proses dan dinamika sebuah perjuangan. Pernahkah anda difitnah dan didzalimi? Biarkan saja fitnah dan kedzaliman itu untuk menjadi milik dari yang memfitnah dan menzalimi mi. Itulah balasan yang cocok untuknya : Diam, dan tunggu balasan Allah Swt.
Pernah suatu saat, Seorang anak berkata kepada Ibunya : “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu tersebut Bertanya : Mengapa anakku?. Anaknya lalu menjawab : Karena hari ini, ibu sama sekali tidak marah-marah. Hhhmmm … Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah. Untuk itu tebarkan senyuman indahmu untuk semua orang, Insya Allah, dirimu akan terlihat cantik dan bahagia sepanjang masa.
Selanjutnya, Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata : “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur”. Petani menjawab : “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku ….”. Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja. Beruntunglah kita dalam pandangan Allah Swt, jika mampu membuat orang lain sukses dan bahagia, meskipun kita tidak pernah dihargai dan mungkin juga akan dilupakan sepanjang hidupnya. Biarlah Allah yang akan menjadi saksinya.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya : “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?”. Ada yang menjawab : Cari mulai dari bagian tengah. Ada pula yang menjawab : Cari di-rerumputan yang cekung ke dalam. Dan ada yang menjawab : Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana”. Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat. Maka seseorang akan mencapai sukses, jika semua dilakukan itu dengan serius dan menghargai orang lain. Cukup melaksanakan tugas-tugas yang seharusnya kamu lakukan – Insya Allah, sukses menantimu. Mudah bukan?
KATAK yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan : “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku”. Katak di pinggir jalan menjawab : “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah”. Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas ban mobil yang lewat. Apa maknanya ini semua bagi kita?. Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja dan jangan pernah menyalahkan orang lain, jika kita gagal.
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan.dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya : “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa : “Karena barang bawaan saya sedikit”. Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja. Jangan iri dan dengki pada orang lain. Oleh karena itu, Maka bercermin lah wahai pemimpin ummat dan bangsa ini. Jangan pernah sombong ketika dirimu dipercaya dan diberikan amanah, karena amanah akan sangat mudah dijalankan jika dirimu masih mendapatkan dukungan bangsa. Berhentilah…, jika kinerjamu rendah dan banyak dipertanyakan orang, jika dirimu ingin dikenang dan dimuliakan orang saat dirimu tidak lagi berkuasa. Jangan pernah memaksa kehendak, jika ingin berhasil dalam menjalani sebuah kehidupan yang sangat panjang. Semoga Tulisan ini Bermanfaat bagi insan yang berhati mulia. Aamiin Ya Rabbal Alamin.







