
SUMENEP, Framing Amplop Merah Melalui Akun Twitter @Aiek Speechlees dan @Partaisocmed serta Pemberitaan Amplop Merah terus bermunculan menghiasi berbagai media sosial sejak Minggu 26/3/2023 Hingga Senin 27/3/2023 tak kunjung berakhir.
Pasalnya, Pemberian Amplop merah berlogo Benteng dan Gambar Salahsatu kader Partai itu sebagai bagian dari zakat mal keluarga besar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Said abdullah dalam keterangan videonya menuturkan bahwa pihaknya memberikan bantuan tersebut hasil gotong royong dipartai, dengan jumlah yang terkumpul 175Ribu Sembako dan uang, diantaranya untuk fakir miskin serta anak yatim.
Tentu, hal demikian bukan suatu yang baru bagi dirinya, kalau itu money politik, saya ini bukan caleg, jika dilaporkan ke Bawaslu, pelaksanaan kampanye juga belum, jadi motifnya apa?”Tanyanya Banggar DPR RI melalui Video Youtube berdurasi 4menit 53detik yang diunggah KompasTV, Senin 27 Maret 2023.
Said akrabnya menyayangkan framing yang dibuat Akun Twittter diatas, Itu masjid saya, Masjid Abdullah syechan baghraf itu nama bapak saya, jadi kalau dimasjid sendiri?
Terkait Adanya logo Partai karena itu bagian dari gotong royong PDI-P, kami tidak pernah sendiri, kami selalu bersama-sama dan masjid itu juga masjid gotong royong, “Ungkapnya.
Sementara itu, Gerakan Pemuda Pedjoeang subuh di masjid Abdullah Syechan Baghraf dalam keterangan rilisnya menyampaikan bahwa Kegiatan pemberian zakat dibulan Ramadhan ini sebenarnya kegiatan tahunan dari Bapak Said Abdullah.
Tahun-tahun sebelumnya juga sudah sering dia lakukan, tepatnya ditahun 2006 hingga sekarang. Karena dulu pada tahun 1984 dia pernah menjadi guru ngaji Alqur’an dan menjadi salah satu pendiri lembaga Madrasah Diniyah di daerah ini (Red. Legung Timur Kecamatan Batang-Batang) itu sebelum beliau menjadi anggota parlemen, “Imbuhnya Emha Bayjoeri kepada Media ini, Senin 27 Maret 2023.
Ia menuturkan bahwa hal yang demikian dinilai sebuah kewajaran yang dilakukan politisi yang ingat darimana ia berasal, jika setiap tahun beliau menyisihkan rizkinya untuk warga sekitar disini, karena beliau ada ikatan emosional dengan warga batang-batang ini, Khususnya Legung timur.
“Masyarakat mengucapkan banyak terimakasih karena sudah dibantu dimasa-masa transisi pasca Covid 19”, Jelasnya.
Mantan Kordinator Relawan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) tahun 1999 tersebut menambahkan bahwa Resiko menjadi tokoh publik. Selain disanjung harus siap disalahkan pula, itulah konsekuensi dari negara demokrasi.
Kita ini hanya orang yang ada di tribun, yang diberi kebebasan memaki dan mencaci, selebihnya soal hasil di lapangan ada ditangan wasit dan hakim garis. “Tegasnya.
Bayjuri akrabnya menyayangkan sikap netizen yang tak jelas identitasnya itu, jika kebaikan wakil rakyat di framing menjadi keburukan, ini mencerminkan ada sifat ketidakwarasan dalam dirinya.
“Yang jelas, memontum politik sudah menjadi topik basi dikalangan rakyat, yang jelas-jelas melakukan kebenaran atau kebaikan akan disulap menjadi kesalahan dan keburukan”.Tutupnya (Toifur)







