Home / BERITA / EDUKASI

Minggu, 1 Maret 2026 - 22:35 WIB

400 Siswa Terbaik Lolos Seleksi Terpusat SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara 2026

Medialiterasi.id | Jakarta – SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) mengumumkan 400 siswa terbaik nasional yang lolos Seleksi Terpusat dalam rangka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Pengumuman ini berdasarkan hasil Nusantara Standard Test (NST) Tahap II yang digelar pada 1 Maret 2026.

Dari total 3.000 peserta yang lolos NST Tahap I, sebanyak 2.644 siswa hadir mengikuti NST Tahap II, mencatat partisipasi 88,13% dari seluruh provinsi di Indonesia. NST Tahap II menguji kompetensi Matematika dan IPA (dalam Bahasa Inggris) serta Bahasa Inggris. Skor peserta dihitung menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT) untuk memastikan pengukuran kemampuan yang objektif, adaptif, dan presisi.

Kelulusan ditetapkan berdasarkan merit ranking nasional NST Tahap II. Data menunjukkan ketatnya seleksi, dengan skor peserta Top 400 berada pada rentang 630–770, jauh di atas rata-rata nasional 580. Hanya sekitar 15,1% dari total peserta NST Tahap II yang masuk kategori 5–7 (Baik hingga Luar Biasa) berdasarkan skala prediktif International Baccalaureate (IB), dan kelompok ini menjadi peserta terbaik nasional.

Baca Juga  Ibu Korban Pencabulan Datangi Polrestabes Medan Minta Pelaku Ditangkap 

Ketua Tim SPMB Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), Dewi Amri, menegaskan, “SPMB SMA KTB bukan sekadar seleksi akademik. Sistem seleksi dirancang transparan, berbasis data, dan meritokrasi. Empat ratus peserta yang lolos merupakan representasi potensi terbaik bangsa yang telah melewati standar akademik tinggi dan evaluasi objektif.”

Top 400 peserta berasal dari SMP di 28 provinsi. Sepuluh provinsi dengan jumlah peserta terbanyak antara lain Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan. Komposisi peserta terdiri dari 251 laki-laki (62,75%) dan 149 perempuan (37,25%), dengan latar sekolah negeri 44%, swasta kurikulum nasional 42,5%, dan swasta kurikulum internasional 13,5%.

Irjen Pol. Anwar, S.I.K., M.Si., Ketua Yayasan Kemala Taruna Bhayangkara (YPKTB) sekaligus Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, menambahkan, “SMA KTB menjadi ruang seleksi yang adil dan bermartabat. Sistem ini menjaring anak-anak terbaik bangsa tanpa membedakan asal daerah maupun jenis sekolah. Yang dinilai adalah potensi, integritas, dan kapasitas untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan.”

Baca Juga  HIMAKMUR dan Masyarakat Salurkan Bantuan ke Langkahan, Fokus pada Posko Desa Alue Krak Kayee

Tahap selanjutnya, ke-400 peserta akan mengikuti rangkaian seleksi akhir, termasuk tes akademik lanjutan, IELTS prediction test, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi dan PMK, uji kesamaptaan jasmani, LGD, serta wawancara orang tua dan siswa.

SPMB SMA KTB 2026 menjadi tahapan penting dalam menjaring calon peserta didik unggul, yang siap ditempa dalam lingkungan pendidikan berasrama dengan disiplin, karakter, kepemimpinan, dan kesiapan bersaing di tingkat nasional maupun global. SMA KTB, di bawah YPKTB dengan dukungan YPKBI, berkomitmen menjaga proses seleksi yang kredibel dan akuntabel serta menghadirkan ekosistem pembinaan yang kuat bagi putra-putri terbaik bangsa. (MH)

Share :

Baca Juga

ACEH

Bupati Al-Farlaky: Adat Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Modal Sosial Pembangunan Aceh Timur

BERITA

Gas Poll! Veda Ega Tahan di 5 Besar, Persaingan Moto3 2026 Makin Panas Usai Mugello

BERANDA

Start ke-13 Finis ke-8: Comeback Veda Ega di Mugello Buktikan Mental Juara Moto3

BERANDA

Viral Foto Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara Berhaji Sederhana, Netizen Sebut “Pemimpin Panutan”

ACEH

Bupati ALFARLAKY: Adat Bukan Pajangan, Tapi Kekuatan Pembangunan Daerah

ACEH

Izin Tambang Beutong Ateuh Banggalang Dikecam: “Jangan Ada Pesta Babi Jilid 2 di Aceh”

BERANDA

SPORT – Veda Ega Start ke-13 di Moto3 Italia 2026, Target Tembus 8 Besar di Mugello

BERANDA

Viral Karena Dilarang: “Pesta Babi” Buka Borok Kolonialisme, Etika Dokumenter, dan Kebebasan Berekspresi