Home / EDUKASI

Sabtu, 29 Maret 2025 - 22:40 WIB

Ya Allah, Kapankah Aku Bisa Memahami “Sebuah Makna”

By : TM. Jamil
Associate Professor, pada Sekolah Pascasarjana USK, Banda Aceh.

TANPA TERASA, hari ke hari, minggu ke minggu dan bulan ke bulan sudah berjalan dan terus mendekati pertengahan tahun dan menuju akhir tahun lagi. Begitu juga dengan Ramadhan Tahun ini sudah mendekati hari akhir. Hari kemenangan dan kembali pada fitrah manusia yang suci tanpa dosa, Bulan Ramadhan Tahun ini pun sudah mendekat untuk menyambut dan merayakan Hari idul Fitri.

Sejarah menunjukkan bahwa Diriku ini — terlahir ke dunia dengan membawa tangisan dan berlumuran darah, tidak mengenal apa itu dosa dan nista. Akankah Bulan Ramadhan tahun ini nanti segala dosa yang telah aku perbuat selama tahun ini bahkan selama menjalani hidup dan kehidupan ini akan terhapus dengan begitu saja dengan keampunan dan Kasih SayangNya Allah? Wallahu ‘aklam. Aku sendiri berharap dan berdo’a kepada Allah Yang Maha Rahim, semoga Allah Swt mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu. Amin, Ya Rabbal Alamin.

Sementara itu, sudah terlalu banyak kesalahan dan dosa yang telah aku lakukan, bukan khilaf atau ketidaksengajaan sebuah dosa dan kesalahan sering terjadi. Kebodohan dan keteledoran dalam memahami arti hidup dan kehidupan ini telah membawa diriku ini terpuruk dalam perbuatan hina dan berlumur dengan dosa. Kapankah diri ini bisa memahami sebuah makna hidup dan pengabdian? Kapankah aku bisa menjalankan sebuah kewajiban tanpa beban, tapi sebagai suatu kebutuhan yang harus dilaksanakan tanpa ada rasa beban dan keterpaksaan? Sungguh — terasa sulit diri ini untuk memahami “makna wajib dan dan tidak wajib”. Terasa sulit untuk menjalani tanggung jawab sebagai manusia yang harus berbakti dan mengabdi kepada sang Khalik — Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Adil.

Baca Juga  Sekolah Alam KAHFIS Aceh Fasilitasi Bimtek Guru TK/PAUD di Nagan Raya: Dorong Guru Jadi Lebih Kreatif dan Menyenangkan dalam Mengajar

Apakah itu karena dosa-dosa yang telah menjadikan hati ini beku? Apakah pancaran cahaya-MU tidak dapat meleburkan kebekuan hati ini untuk memahami sebuah makna. Shalat yang aku lakukan serasa hanya shalat tanpa makna, sekedar gugur kewajiban. Astaghfirullah … Kenapa sulit diri ini untuk mengenal hal itu. Bahwa sesungguhnya itu adalah kebutuhan diri, suatu cara untuk menenangkan diri, menentramkan jiwa. Apakah karena hal itu aku belum bisa merasakan ketentraman jiwa? Mengapa, Senyum dan tawaku terasa hambar dan tidak menampakkan keceriaan Ya Rabb?

Baca Juga  Yayasan KAHFIS Aceh Gelar Program Jelajah Profesi dan Bakat

Mohon maaf kepada semua sahabat, kakanda dan adindaku yang baik hatinya, ini bukanlah curhat atau keluhan, tulisan ini hanyalah ingin menulis apa yang ada dalam pikiranku saat ini. Mohon maaf jika segala sesuatu kurang berkenan di hati para pembaca. Karena Memang itulah saya, orang yang dikenal dengan ‘’egois’’ berlebihan yang telah menyombongkan diri dalam kehidupan ini, pada hal tanpa ada yang pantas untuk disombongkan dan dibanggakan. HANYA Tuhanlah yang pantas untuk di-Agungkan dan di-muliakan.

Ya Allah, berikanlah kekuatan untukku dan keluarga agar aku bisa untuk lebih memahami dan memaknai arti hidup ini — Jangan biarkan diri ini berlumpur dengan noda dan dosa tanpa kasih sayangMu Ya Rabb. Limpahkanlah cahayaMU Ya Allah — agar hidupku, keluarga besarku dan sahabat-sahabatku selalu berada di jalan yang benar – Jalan yang Engkau Ridhai. Amin Ya Mujibassailin.

Sagoe Atjeh Rayeuk, Akhir Ramadhan 1446-H

Share :

Baca Juga

ACEH

AI Tak Bisa Gantikan Integritas Wartawan, Medco E&P dan BPMA Gelar Dialog dengan 33 Jurnalis Aceh Timur di Medan

ACEH

Wabup Aceh Timur Tekankan Peran Pemuda Berilmu, Berakhlak, dan Berdaya Saing.

ACEH

Ini Pesan Bupati Aceh Timur untuk Mahasiswa: Jaga Kekompakan dan Rawat Asrama IKAPA
Masuk Jaringan Global, UIA Paya Lipah Hadiri WCCE 2026 Kemenekraf RI

BERITA

Hadiri WCCE 2026, Rektor UIA Dorong Penguatan Sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Syariah

BERITA

Tgk Zulfikar Harapkan Peningkatan Sarana Pendidikan pada Hari Santri Nasional 2026

ACEH

Bunda PAUD Julok Sambangi SD/MI Ajarkan Edukasi Konservasi Sejak Dini

ACEH

Bupati Al-Farlaky Salurkan Bantuan Kitab untuk Dayah di Aceh Timur

BERITA

Bupati Al-Farlaky Kembali Raih Penghargaan, Kali Ini Dari ILMA 2026, Katagori Inovasi Fiskal dan Penanganan Bencana