Home / BERITA / LIFESTYLE

Kamis, 14 Agustus 2025 - 19:54 WIB

Sumenep Juara Nasional Pengguna Terbaik Semen Beku Sapi Lokal 2025

Foto. Momen Pemberian penghargaan dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) kepada DKPP Sumenep atas capaian Nasional.

Foto. Momen Pemberian penghargaan dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) kepada DKPP Sumenep atas capaian Nasional.

SUMENEP | MEDIALITERASI.ID Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional.

Pada Kamis, 14 Agustus 2025, instansi ini meraih penghargaan bergengsi kategori Pengguna Terbaik Semen Beku Sapi Lokal Wilayah Intensif Tahun 2025 dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Kementerian Pertanian RI.

Penghargaan tersebut diserahkan di Singosari, Malang, dan diterima langsung oleh Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari potensi besar yang dimiliki Sumenep, khususnya populasi sapi lokal jenis sapi Madura, serta dukungan infrastruktur peternakan yang memadai.

Modal Kuat dari Sapi Madura

Sumenep dikenal sebagai salah satu sentra sapi Madura di Jawa Timur. Keberadaan populasi yang melimpah menjadi modal utama untuk mengoptimalkan teknologi inseminasi buatan (IB) dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ternak.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut.

“Dengan penghargaan ini, kami berkomitmen memberikan pelayanan optimal bagi peternak Sumenep. Tujuan kami meningkatkan kualitas dan kuantitas ternak melalui teknologi IB yang sudah kami sediakan dan anggarkan sejak 2024,” ujarnya kepada media ini, Kamis (14/8/2025).

Dukungan Anggaran dan Kebijakan

Pada 2024, Pemkab Sumenep mengalokasikan anggaran sekitar Rp57,5 juta untuk pengadaan semen beku sapi Madura.

Baca Juga  Perkuat Komitmen Sosial, HCML Kumpulkan Tiga Penghargaan di Sumenep

Program tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan IB sekaligus menjaga produktivitas sapi Madura, yang menjadi ikon daerah berjuluk Kota Keris tersebut.

Keberhasilan ini, lanjut Chainur, tidak terlepas dari dukungan penuh Bupati Sumenep yang selalu memberi arahan dan motivasi.

“Bapak Bupati terus mendorong kami memberikan pelayanan terbaik. Harapannya, produktivitas sapi terjaga dan ekonomi masyarakat meningkat,” ucapnya.

Kebanggaan Bersama Peternak

Menurutnya, penghargaan ini tidak hanya membanggakan pemerintah daerah, tetapi juga para peternak sapi di Sumenep.

“Alhamdulillah, upaya bersama ini membuahkan hasil. Nama baik peternak sapi lokal kini terangkat hingga tingkat nasional,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa Inong ini menegaskan, capaian tersebut berkat kerja sama erat antara DKPP dan peternak. Mayoritas peternak kini mendukung program IB karena sudah merasakan manfaatnya.

“Banyak yang membuktikan hasilnya. Kepercayaan terhadap program IB semakin tinggi,” tuturnya.

Dorongan untuk Terus Berinovasi

Penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi Sumenep untuk terus berinovasi di sektor peternakan.

Baca Juga  Sinergi Pemerintah dan Baznas: Wujudkan UMKM Mandiri di Momen Hari Santri Nasional 2025

Selain menjaga kelestarian sapi Madura sebagai warisan daerah, DKPP berkomitmen mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa sinergi pemerintah dan masyarakat mampu membawa perubahan positif bagi sektor peternakan kita,” tutupnya.

Share :

Baca Juga

BERITA

Kapolda Jabar Pimpin Pengamanan May Day, Polisi Tindak Kelompok Anarkis di Bandung

BERITA

Transportasi Laut Sumenep Menguat, Penumpang Puji Layanan KMP DBS III

BERITA

Dituding Selingkuh, Bupati Aceh Timur Siap Tempuh Jalur Hukum

BERITA

Satgas Haji 2026 Tindak Tegas Haji Ilegal, Lindungi Calon Jemaah

BERITA

Eks Napiter di Banten Ikuti Pelatihan Teknisi AC untuk Perkuat Reintegrasi Sosial

BERITA

Diaspora Aceh di Harrisburg Resmikan Meunasah Pertama di Amerika Serikat

BERITA

Korban Tewas Kecelakaan Beruntun KA di Bekasi Timur Bertambah Jadi 16 Orang, Polisi Selidiki Penyebab

BERITA

Aji Aria Wiguna Dukung Kemenkum Tunda SK DPP Partai Ummat, Sengketa Masih Berproses di MA