Home / BERITA / MANACANEGARA

Senin, 30 Maret 2026 - 15:16 WIB

Satu Prajurit TNI Gugur, Tiga Terluka Akibat Serangan Artileri di Lebanon Selatan

MEDIALITERASI.ID | LEBANON – Satu personel pasukan perdamaian Indonesia gugur dan tiga lainnya terluka setelah posisi Kontingen Garuda yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) terkena serangan artileri di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Ahad (29/3/2026).

Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya intensitas serangan militer Israel di wilayah Lebanon selatan, yang juga diwarnai baku tembak dengan kelompok bersenjata setempat.

Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan tersebut karena dinilai membahayakan personel pemelihara perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sedang menjalankan mandat internasional untuk menjaga stabilitas kawasan.

“Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian,” demikian pernyataan resmi pemerintah yang dilansir dari situs Kementerian Luar Negeri.

Baca Juga  Presiden Yakin Kawasan KIPI Jadi Masa Depan Industri Energi Hijau Indonesia

Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan pasukan perdamaian harus dihormati sesuai hukum internasional dan tidak boleh menjadi target dalam konflik bersenjata.

Indonesia juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia.

“Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional. Doa dan simpati kami bersama keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi personel yang terluka,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca Juga  DANREM 011/LILAWANGSA KIBARKAN BENDERA MERAH PUTIH DIDASAR LAUT LHOKSEUMAWE

Sementara itu, pemerintah memastikan tiga personel yang terluka telah mendapatkan perawatan medis dan terus dipantau kondisinya. Koordinasi dengan pihak UNIFIL juga terus dilakukan untuk proses pemulangan jenazah prajurit yang gugur.

Meski Indonesia tergabung dalam Board of Peace (BoP) bersama sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Israel, kondisi tersebut belum mampu menjamin keamanan pasukan perdamaian di wilayah konflik. (**)

Share :

Baca Juga

ACEH

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Kediaman Bupati Al-Farlaky Berlangsung Meriah

ACEH

Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Medan Tewaskan 3 Orang, Diduga dari Jaringan Gas

ACEH

Realisasi Belanja Pemkab Aceh Timur Capai Rp716,91 Miliar hingga Juli 2026

BERANDA

Ledakan Keras Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

ACEH

Jembatan di Jambo Lubok Aceh Timur Rusak Parah, Akses Sekolah dan Ibadah Warga Terancam

ACEH

Miris! DPO Diterbitkan untuk Pelaku Penganiayaan dan Penggelapan HP Anak di Takengon

EDUKASI

Perkuat Internasionalisasi, UIA Sepakati MoU Multipihak di Bandung

BERANDA

Kalah Final, Leandro Paredes Anarkis: Tegas Dihujat Usai Serang Pemain Spanyol