Home / OPINI

Senin, 20 Mei 2024 - 01:05 WIB

RENUNGAN MENJELANG HARI KEBANGKITAN NASIONAL 2024 

Oleh :

T.M. Jamil
Associate Profesor
Akademisi dan Pengamat Politik, USK, Banda Aceh.

SERATUS ENAM BELAS TAHUN YANG LALU – Tepatnya, tanggal 20 Mei 1908 – digalang kekuatan oleh para pemuda di wilayah Indonesia ini untuk menyatukan suatu Tekad “Bangkit Dari Keadaan Sebagai Bangsa Terjajah”. Rentetan perjuangan yang disertai dengan gelimpangan pengorbanan yang tidak terhitung berujung pada tercapainya satu tujuan, yaitu “MERDEKA”. 17 Agustus 1945 akhirnya kita sampai pada satu tujuan tersebut bahwa bangsa Indonesia sudah tidak lagi terjajah. Kita telah menjadi bangsa yang MERDEKA. Ya Kita telah Merdeka dari Penjajah. Akankah Perjuangan kita Selesai?. Marilah Sejenak Kita Untuk Merenung!

Kita sudah bangkit, infrastruktur sudah lengkap, sekolah sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan, masyarakat sudah menikmati listrik, telepon, internet serta segudang kemajuan yang lainnya. Kita terus membangun sejak Orde Lama, Orde Baru, Reformasi hingga kini. Terhadap kemajuan Pembangunan Fisik, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pemerataan (kecuali kawasan tertentu terutama di Timur Indonesia) sangat diakui bahwa Indonesia yang sejak 17 Agustus 1945 telah merdeka kini menjadi Negara Berkembang yang sangat diperhitungkan oleh bangsa lain. Kita sangat pantas untuk berbangga. Tapi, MASIH TERSISA sebuah pertanyaan bodoh – Bagaimana Pula Dengan Moral Masyarakat Bangsa Ini, Baik Rakyat Biasa Maupun Yang Jadi Pejabat?

Baca Juga  DARI SAMBO KE MARIO TRISAMBODO

BARANGKALI – INILAH YANG MENJADI BAHAN RENUNGAN KITA DALAM MEMPERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL TAHUN INI :

PERTAMA, Masyarakat di negeri ini masih banyak yang sangat miskin dari sisi ekonomi bahkan lebih celaka lagi banyak di antara mereka yang memiliki mental yang sangat memprihatinkan yaitu selalu mengharapkan bantuan padahal memiliki potensi untuk bangkit dari kemiskinannya. Ini terbukti dari berbagai program yang digulirkan berujung pada kegagalan karena bantuan yang diberikan selalu dimusnahkan ketika sudah diterima bukan digulirkan.

KEDUA, Pemerataan kesempatan mendapatkan pendidikan bagi seluruh masyarakat tidak diimbangi dengan sistem penyelenggaraan yang memadai sehingga menghasilkan proses dan hasil pendidikan di sekolah yang bersifat formalitas, sekolah dimaknai sebagai bagian yang harus dilewati pada usia tertentu selama waktu tertentu dan harus selesai dengan “mengantongi” ijazah dengan tanpa mempertimbangkan apa yang terbaik harus didapat dari proses pendidikan di sekolah. Kondisi ini melahirkan generasi yang “penuh dengan tanda tanya” yang apabila dibandingkan dengan bangsa lain, rata-rata kualitas lulusan SMA di negeri ini kalah dengan lulusan dari negara maju. Ini memang sangat parah, meskipun memang tidak semuanya.

KETIGA, Masyarakat secara umum masih banyak yang tidak memiliki budaya “do the best”, kompetitif, prosedural dan disiplin terhadap tata etika dan aturan formal kehidupan bernegara di negeri ini sehingga banyak melahirkan budaya kolusi serta kongkalingkong dengan pejabat.

Baca Juga  Memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2025; Sebuah Refleksi Terhadap Perilaku Kita

KEEMPAT, Banyak para pejabat yang memiliki kewenangan banyak yang menyalah- gunakannya, tidak menganggap bahwa jabatan dan kewenangannya sebagai amanat dan memaknai bahwa dirinya adalah pelayan bagi masyarakat. Penyalahgunaan wewenang yang melahirkan Kolusi, Korupsi, Nepotisme menghiasi keseharian negeri ini.

Karena Itu dan Hari Ini, 20 Mei 2024 Adalah Hari Kebangkitan Nasional – Akankah Hanya Sekedar Dijadikan Seremonial Belaka Hanya Sekedar Apresiasi Terhadap Jasa Para Pahlawan Pada Waktu Itu? Ataukah Akan Dimaknai Bahwa Hari Ini Dan Selanjutnya Negeri Ini Harus BANGKIT Untuk Memperbaiki : Pertama. Moral dan akhlak masyarakat serta pejabat. Kedua, Tatanan kehidupan perekonomian dan sosial masyarakat. Ketiga, Sistem pemerintahan yang bersih dan amanah. Keempat, Sistem pendidikan yang akan melahirkan generasi cerdas dan bermoral, dan Kelima, Keterpurukan bangsa ini menjadi Bangsa yang Maju dan diperhitungkan?

Mari Kita Merenung Untuk dapat menjawab berbagai pertanyaan dan permasalahan bangsa dengan kejujuran hati kita masing-masing“, Insya Bermanfaat.

Banda Aceh, 20 Mei 2024

Share :

Baca Juga

HUKUM

Ketika Klien Bertanya: Memahami Hak dan Peran Advokat dalam Perkara Hukum

OPINI

Untuk Para Pakar Yang Dianggap Goblok, Jangan Pernah Kapok

OPINI

ANALISIS: Dua Gerbang Energi Dunia Terkunci, Indonesia Waspada Krisis Logistik Global

ACEH

Maulid Nabi di Pulo Gajah Mate Meriah dengan Zikir dan Rapai, Tgk. Asnawi Ajak Generasi Muda Teladani Rasulullah SAW

OPINI

Pergantian Menkeu Tanpa Penjelasan

OPINI

Mengembalikan Kedigdayaan Samudera Pasai Melalui Pengembangan Ekonomi Maritim 

EDUKASI

Jangan Langsung Mengajar: Mengapa Lima Menit Pertama Menentukan Semangat Belajar Siswa

ACEH

Wacana Provinsi Samudera Pase Menguat, Warga Utara-Timur Aceh Dorong Pemerataan Pembangunan