MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR – Organisasi media Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Kabupaten Aceh Timur menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kebijakan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., yang mengalihkan anggaran pengadaan mobil dinas senilai Rp850 juta untuk membangun jembatan rusak di Kecamatan Pante Bidari.
Langkah Bupati yang memilih pembangunan infrastruktur publik ketimbang fasilitas pribadi dianggap sebagai wujud nyata kepemimpinan pro-rakyat. Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat pedalaman, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi di sektor perkebunan dan pertanian.
“Ini terobosan baru dari seorang Bupati yang profesional. Pembangunan jembatan dengan mengalihkan anggaran mobil dinas adalah keputusan rasional dan patut diapresiasi,” ujar Ketua PWDPI Aceh Timur, Tarmizi, kepada media, Selasa, 5 Agustus 2025.
Tarmizi yang juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi info pwdpi Aceh dan mediainvestigasi.com menambahkan bahwa kebijakan tersebut mencerminkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Kami berharap ini menjadi awal dari berbagai kebijakan lain yang berpihak pada rakyat. PWDPI siap mendukung dan mengawal pelaksanaan program ini agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh Timur,” lanjutnya.
Seorang penasihat senior PWDPI Aceh Timur dalam diskusi internal organisasi turut mengingatkan pentingnya menjaga independensi dan profesionalisme lembaga pers.
“Kalau ada hal baik dan positif, wajar kita beri apresiasi. Tapi kalau ada kebijakan yang merugikan masyarakat, kita juga harus berani mengkritik. Itulah profesionalitas dan kredibilitas lembaga pers yang independen,” tulisnya dalam grup internal PWDPI.
Sikap kritis dan independen tersebut menjadi salah satu prinsip dasar yang dijunjung oleh para wartawan dan jurnalis anggota PWDPI yang berasal dari media cetak, online, maupun televisi
Sebelumnya, Bupati Iskandar meninjau langsung lokasi jembatan yang roboh di Aleu Mirah, Kecamatan Pante Bidari, pada Senin, 4 Agustus 2025. Dalam kunjungannya, Bupati menyampaikan komitmennya untuk segera membangun ulang jembatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Jembatan ini sudah roboh dan sangat dibutuhkan. Maka akan segera kita bangun kembali tahun ini dengan mencoret anggaran mobil dinas pribadi saya sebesar Rp850 juta dan mengalihkannya untuk pembangunan jembatan ini,” tegas Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya akses jalan dan jembatan yang memadai untuk menunjang potensi sumber daya alam yang ada di wilayah Pante Bidari.
“Daerah ini punya potensi luar biasa, mulai dari sawit, kakao, karet, hingga tanaman pangan. Tapi semua itu akan maksimal jika didukung akses transportasi yang memadai,” pungkasnya.
Kebijakan ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk insan pers lokal dan nasional yang tergabung dalam PWDPI, sebagai contoh konkret dari kepemimpinan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat. (EQ)






