![]()
Medialiterasi.id | ACEH – Menjelang H – 4 Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 dimana akan dilaksanakan pemilu serentak di Seluruh Indonesia dan dimana sebagian besar Rakyat sedang fokus terhadap pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden RI untuk melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa dan negara yang besar ini hingga 2029 mendatang.
Selain Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Pemilihan Calon Legislatif (Caleg) Anggota DPD RI juga tidak kalah penting untuk mewakili aspirasi masyarakat, tidak terkecuali Masyarakat Aceh. Mengingat begitu besarnya peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam menunjang pembangunan di segala sendi – sendi kehidupan bernegara dalam membangun seluruh daerah di Indonesia.
Disaat hiruk pikuk pembahasan Capres dan Cawapres, Medialiterasi.id sengaja mengangkat tema “Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sepi Perhatian”.
Disaat sebagian besar lebih tertarik membahas orang no satu yang akan mendapuk di puncak kepemimpinan bangsa ini untuk lima tahun Kedepan. Assoc. Prof. Dr. TM. Jamil selaku Akademisi sekaligus Pengamat Politik Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh justru sedang memberi perhatian lebih terhadap calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang mewakili Aceh pada tahun 2024.
*Pembahasan Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang Mewakili Aceh Sepi*
TM. Jamil dalam tanggapan dan pandangannya tentang Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mewakili Aceh 2024, yang disampaikan ke media ini : Dia menyebutkan bahwa seharusnya masyarakat Aceh tidak mengabaikan perhatiannya untuk Calon Anggota DPD RI. Karena mereka yang terpilih sebanyak 4 orang (berdasarkan suara terbanyak) kelak yang akan mewakili aspirasi dan harapan warga Aceh yang 4 jutaan lebih itu, selain dari anggota DPR RI mewakili Partai Politik Nasional.
Berdasarkan data, Calon Tetap Anggota DPD RI 2024 dari Aceh itu berjumlah 30 orang yang mereka berasal dari berbagai wilayah di Aceh. Untuk diketahui, Aceh memiliki 23 daerah kota/kabupaten. Tentu dengan jumlah itu, maka siapapun kelak yang akan terpilih sebagai anggota DPD RI 2024 harus memperjuangkan aspirasi dari semua masyarakat Aceh di kancah nasional.
Berkaitan dengan itu, Prof. T.M. Jamil, menyarankan dan mengusulkan dengan sangat bijak, sebaiknya para pemilih untuk dapat memberikan suaranya kepada Calon Anggota DPD RI 2024 ini yang dapat mewakili asal dan tempat mereka bermukim masing-masing. Pak TM, menyebutkan sebagai contoh, jika pemilih berdomisili di wilayah timur dan utara, hendaknya dia memilih calon anggota DPD RI yang berasal dari wilayah tersebut. Begitu juga jika pemilih berdomisili di wilayah barat dan selatan, seharusnya calon yang dipilih pun berasal dari wilayah itu. Demikian juga jika pemilih bermukim wilayah tengah, dan tenggara, maka calon anggota DPD RI yang dipilih juga berasal dari wilayahnya. Semua itu berkepentingan untuk dapat membantu dan mereka yang terpilih tentu sangat memahami daerahnya masing-masing. Nah, soal siapa orangnya yang akan dipilih terserah masyarakat itu sendiri. Begitu, sebut Pak TM.
*Seberapa Penting Pemilihan Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI*
Prof. TM mengaku sangat penting menjadi perhatian para pemilih. Jangan sampai terjadi nanti yang terpilih sebagai anggota DPD RI semuanya berasal dari satu wilayah. Sehingga tak mewakili wilayah atau zona daerah pemilihan. Bagi saya, ini tak bijak. Karena aspirasi rakyat Aceh secara umum relatif sulit untuk diperjuangkan, lanjut, Prof. TM. Bukankah jika yang kita pilih mereka yang kita kenal dan juga paham tentang daerah mana mereka wakili? Tanyanya. Kita berharap, para anggota DPD RI yang dipilih oleh warga masyarakat Aceh, jangan sampai mengecewakan mereka. Suara mereka kita ambil, sementara bantuan dan perhatian tak pernah diberikan. Menyedihkan, sebut Peraih Medali dan Satya Lencana 30 tahun masa pengabdian dari Presiden RI.
Lanjutnya, Menurut pemahamannya, saat ini perlunya memperkuat kewenangan dari DPD RI. DPD RI perlu diperkuat melalui proses politik fair dan adil. Selain itu, rekonstruksi sistem politik Indonesia juga penting untuk menyeimbangkan lembaga negara, termasuk DPD RI agar kiprahnya lebih terlihat.
“Jangan hanya kita tahu ada anggota DPD RI menjelang Pemilu saja”, ucapnya.
Disamping itu Prof. TM, menambhakan, keberadaan DPD RI sebagai representasi daerah seharusnya diperkuat dan diberikan ruang ekspresi yang lebih luas. Menurutnya DPD RI harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan daerah melalui kolaborasi dengan kampus – kampus dan bersinergi dengan Pemerintahan Daerah.
“Sepertinya kondisi ini masih kurang menjadi perhatian dari berbagai pihak, termasuk dari anggota DPD itu sendiri”, ucapnya.
Prof. Jamil mengingatkan, DPD RI merupakan wakil daerah, bukan wakil parpol. Peran DPD RI sebagai Co-legislator itu sangat perlu untuk diperhatikan, meskipun saat ini DPD RI tidak memiliki hak veto. Namun, DPD RI memiliki potensi untuk lebih efektif mewakili daerah dan memperjuangkan kepentingan rakyat, dan jangan pernah menyepelekan peran anggota DPD, karena anggota DPD RI memiliki tanggung jawab yang signifikan dalam mengawal kebijakan dan legislasi di tingkat nasional.
“Untuk itu masyarakat harus serius dan selayaknya berkontribusi dalam masalah ini”, ungkap lulusan terbaik dan alumni Program Doktor Ilmu Sosial Universitas Airlangga.
Diakhir sesi wawancara, media ini juga meminta pandangan terkait sosok calon pemimpin yang ideal untuk menduduki tampuk kursi kepemimpinan lima tahun kedepan.
“Untuk Calon Presiden RI 2024, Silakan pilih sesuai dengan nuraninya dengan memperhatikan rekam jejak dari masing-masing Paslon. Mari aktifkan akal sehat. Sementara untuk Caleg DPR RI, DPRA dan DPRK, silakan pilih berdasarkan pertimbangan masing-masing, tentu dengan memperhatikan kiprah dan kepeduliannya kepada masyarakat selama ini”, saran Prof. Jamil.
Penasehat Medialiterasi.id ini juga mengingatkan masyarakat agar jangan tertipu dengan janji palsu dan harapan hampa. Menurutnya yang paling penting berpihak kepada kebenaran, kejujuran hati dan dirinya juga menyarankan untuk bermunajat kepada Allah SWT untuk dapat memberikan kita kemampuan dalam memilih pemimpin yang diridhai-Nya.
“Soal menang dan kalah tak terlalu penting bagi kita. Yang jauh lebih penting dan terhormat kita telah menjalankan tugasnya sebagai warga negara yang baik dalam menentukan pilihan hati”, itulah pesan sosok akademisi USK yang memiliki sikap tegas, bijak dan humanis tutur beberapa mahasiswanya yang sempat kami testimoni. [end@]







