Prof. DR. KH. Sutan Nasomal, selaku pemerhati program Makanan Bergizi (MBG) meminta Presiden Jenderal Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan evaluasi program MBG. Menurutnya, program ini telah menimbulkan banyak kasus keracunan makanan di berbagai wilayah, termasuk Bogor dan Tasikmalaya.
“Seperti yang di utarakan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengatakan bahwa ditemukan dua menu yang menjadi penyebab keracunan di Kota Bogor. Berdasarkan hasil uji laboratorium, dua menu tersebut mengandung bakteri Coli dan Salmonela. Kasus keracunan makanan juga terjadi di wilayah lain, seperti Tasikmalaya, Banten, dan Bengkulu” ulang Prof Sutan Nasomal.
Prof. Sutan Nasomal menilai bahwa lemahnya pengawasan dalam memasak MBG akan selalu menjadi musibah besar dengan dampak keracunan para siswa. Oleh karena itu, beliau meminta Presiden Prabowo untuk mempertimbangkan penghentian program MBG dan menggantinya dengan program bantuan sembako.
Banyak orang tua siswa yang telah menjadi korban keracunan makanan MBG meminta agar program ini dihentikan. Mereka khawatir akan keselamatan anak-anak mereka dan tidak percaya pada kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG.
Prof. Sutan Nasomal menekankan pentingnya pengawasan mutu makanan dan proses memasak dalam program MBG. Menurutnya, tanpa pengawasan yang baik, program ini akan terus menimbulkan masalah kesehatan bagi siswa. [SN]







