Home / OPINI

Minggu, 13 November 2022 - 03:59 WIB

Perang Bintang Berakhir Dengan Pulihnya Citra Instansi Aparat Penegak Hukum

OPINI – Perang bintang sungguh sangat membingungkan. Secara harian, mungkin juga maksudnya perang antara mereka yang berbintang. Tapi nalar awan saya menduga adalah perang tingkat tinggi yang tak jamak dipahami banyak orang.

Tapi asa narasi yang dipapar agak lebih gamblang oleh sejumlah media sosial dalam bisnis ilegal ada perseteruan dalam lingkaran perang Bintan, terkait dengan kesaksian yang menghebohkan dari Ismail Bolong, hingg kemudian dia terpaksa mengungkapkan pengakuan selanjutnya yang berkaitan dengan perwira tinggi Polri.

Kisah bisnis ilegal itu tambang batu bara itu, konon berkelimpahan duit yang mengalir sampai jauh ke ujung muara.

Jendral Polisi Purnawirawan Susno Duadji mengakui tambang batu baru ilegal itu bagian dari permainan mafia termasuk Polri. Maka untuk tampil di stasiun televisi swasta pun, sang Pensiunan Jendral Polisi itu pun, disumbat.

Dari tambang ilegal itu pun tak membayar pajak, karena memang tak punya izin resmi. Padahal, banyak sekali perusahaan yang sudah punya izin resmi pun, juga mengemplang pijak. Kisah mengemplang ini pun dibeking aparat pemerintah di daerah. Maka sempurnalah perselingkuhan itu bertahun-tahun lamanya, meski aparat yang ikut terlibat silih berganti dan mewariskan praktek perselingkuhan berjemaah itu sampai hari ini.

Baca Juga  Penguatan Soft Skill Mahasiswa Langkah Cepat Indonesia Dalam Mencetak “Insan Ulul Albab” di Era AI

Perseteruan yang sedang marak ini ditengarai Susno Duadji yang kini menyandera sejumlah instansi, utamanya Polri yang sedang ingin mereformasi diri akibat berbagai ulah sejak terkuaknya “Drama Dari Duren Tiga” yang menghebohkan dan membuat sock warga masyarakat. Karena rentetan diujung drama tragis Polisi menembak Polisi ini pun muaranya sampai perang antar fraksi judi dengan fraksi narkoba. Akibat dari peperangan ini sejumlah ladang ganja yang dipelihara di berbagai tempat, sungguh terkesan agak demonstratif jadi marak dimusnahkan.

Dukungan Menko Polhukam, Machfud MD agar Polri segera menuntaskan kasus aib ini demi pemulihan citra Polri, karena menyebut petinggi Polri yang masih aktif dan menjabat posisi penting di instansi Polri.

Pada persilangan kasus inilah Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo membuktikan diri ingin serius membersihkan instansi Polri dan mengembalikan citra lembaga pengayom, pelindung dan pelayanan masyarakat yang bersih dan sangat mulia fungsi dan tugasnya itu.

Baca Juga  Bom Itu Bernama 'Paloh dan Imin'

Jika tidak, boleh jadi akan ikut tenggelam dalam catatan sejarah hitam yang tidak akan dilupakan sepanjang jaman.

Lalu kehadiran tujuh mantan Kapolri yang menyambangi Kapolri, kiranya lebih dari cukup meyakinkan, apalagi rakyat bisa dipastikan siap di belakang untuk memberikan dukungan juga, sekiranya Kapolri serius mau membersihkan instansi yang tengah berada dalam genggamannya.

Citra Kepolisian yang baik itu bagi rakyat kebanyakan tak cuma menjaga keamanan, tetapi juga dalam bentuk pelayanan dengan perlakuan nyata tak lagi menjadi momok yang menakutkan. Dan semangat melindungi serta mengayomi itu diantaranya bagi masyarakat banyak adalah jangan lagi mengedepankan semangat untuk menangkap, tetapi akan lebih bijak mengedepankan pencegahan dan pengayoman atau pembinaan.

Perang bintang — apapun bentuknya — sangat diharap segera berakhir dengan pulihnya citra instansi aparat penegak hukum di negeri ini. Sebab rakyat semakin merasa tertekan dan menderita akibat krisis multi dimensi di semua bidang, ekonomi, politik dan sosial budaya serta keagamaan.

Penulis : Jacob Ereste, Banten, 12 November 2022

Share :

Baca Juga

tuti liana

EDUKASI

Menumbuhkan Literasi Sains dan Lingkungan melalui Inovasi Pembelajaran STEM

OPINI

Jejak Digital Tak Pernah Lupa: Mengapa Etika Bermedia Sosial Semakin Penting

OPINI

Amnesia Sejarah dan Kesalahan Memahami Aceh

OPINI

Haul Ke-30 Abu Budi: Menjaga Warisan Guru, Merawat Tradisi Keilmuan Dayah

OPINI

1 Muharam dan Krisis Kesadaran Waktu di Era Digital

ACEH

Blok Andaman dan Kesempatan Emas Aceh Menjadi Hub Energi Asia Tenggara

ACEH

MENAGIH JANJI MoU HELSINKI DAN UUPA: Jangan Sampai South Andaman Menjadi Arun Jilid II

EDUKASI

UIN SUNA 57 Tahun: Kampus Peradaban untuk Generasi Hebat