Home / EDUKASI / OPINI

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:58 WIB

Menumbuhkan Literasi Sains dan Lingkungan melalui Inovasi Pembelajaran STEM

Oleh: Tuti Liana, S.Pd., M.Pd.

OPINI Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Dalam konteks tersebut, penguatan literasi sains dan literasi lingkungan menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi peserta didik yang akan menghadapi berbagai tantangan global pada abad ke-21.

Sebagai dosen tetap pada Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Almuslim, penulis meyakini bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen untuk membentuk karakter, pola pikir kritis, dan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, berbagai inovasi pembelajaran perlu terus dikembangkan agar proses pendidikan mampu menjawab kebutuhan zaman.

Perjalanan akademik penulis dimulai dari Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Almuslim yang diselesaikan pada tahun 2007. Pada tahun yang sama, penulis mulai mengabdi sebagai dosen di Universitas Almuslim. Komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas akademik kemudian diwujudkan melalui studi Magister Pendidikan Biologi di Universitas Syiah Kuala yang diselesaikan pada tahun 2013. Saat ini, penulis sedang menempuh pendidikan Doktor (S3) pada bidang Pendidikan di Universitas Syiah Kuala sejak tahun 2023.

Baca Juga  Belanda Masih Jauh, Anies-Ganjar dan Anies - Puan Baru Wacana

Selama menjalankan tugas sebagai akademisi, penulis aktif melaksanakan tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai karya ilmiah telah dipublikasikan dalam jurnal nasional maupun prosiding seminar ilmiah. Selain itu, keterlibatan dalam pengembangan media pembelajaran dan bahan ajar inovatif menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sains di berbagai jenjang pendidikan.

Dalam bidang penelitian, fokus kajian yang dikembangkan meliputi literasi sains, literasi lingkungan, pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), pengembangan e-modul, serta inovasi pembelajaran biologi yang relevan dengan perkembangan teknologi digital. Bidang-bidang tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemampuan peserta didik untuk memahami fenomena ilmiah, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan berdasarkan bukti.

Salah satu penelitian yang saat ini sedang dikembangkan dalam disertasi doktoral berjudul “Peningkatan Literasi Sains dan Literasi Lingkungan melalui E-Modul Berbasis STEM pada Materi Pencemaran di SMA Kabupaten Bireuen.” Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan model pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga mendorong peserta didik memahami berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di sekitar mereka.

Melalui pendekatan STEM yang terintegrasi dengan teknologi digital, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan komunikatif. Pada saat yang sama, mereka juga didorong untuk memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. Upaya ini menjadi penting mengingat berbagai persoalan lingkungan, seperti pencemaran, perubahan iklim, dan degradasi sumber daya alam, semakin memerlukan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan partisipasi generasi muda.

Baca Juga  Rakyat Menanti Hadirnya “Ulama Sejati” Sebagai Pemimpin Bangsa

Pendidikan yang berkualitas harus mampu menjembatani kebutuhan akademik dengan realitas kehidupan masyarakat. Karena itu, inovasi pembelajaran berbasis teknologi perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan capaian akademik peserta didik, tetapi juga membentuk karakter yang peduli terhadap lingkungan dan mampu beradaptasi dengan perubahan global.

Sebagai bagian dari komunitas akademik, penulis meyakini bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah, dan masyarakat merupakan faktor penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang progresif dan berkelanjutan. Sinergi tersebut akan memperkuat peran pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Ke depan, pengembangan pendidikan biologi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang memahami konsep-konsep sains, tetapi juga individu yang mampu menerapkan pengetahuan tersebut untuk menyelesaikan berbagai persoalan nyata di masyarakat.

Dengan semangat inovasi dan pengabdian, pendidikan diharapkan dapat menjadi motor penggerak lahirnya generasi yang berdaya saing, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan lingkungan.

Matangglumpangdua, 25 Juni 2026

Share :

Baca Juga

OPINI

Jejak Digital Tak Pernah Lupa: Mengapa Etika Bermedia Sosial Semakin Penting

EDUKASI

Kuliah S2 Tanpa Tinggalkan Pekerjaan: Solusi Pendidikan Fleksibel di Era Modern

BERANDA

Dua Dekade Setelah Tsunami, Solidaritas Pembaca Kompas Kembali Bangun Sekolah di Aceh Timur

ACEH

Bustami Nahkodai PGRI Aceh Timur 2024–2029, Komitmen Tingkatkan Profesionalisme Guru

ACEH

Perjuangan Pembaca Kompas Wujud: SDN Teumpeun Aceh Timur Dibangun Ulang Pasca Banjir 2025

ACEH

Kompas Bangun Kembali SDN Teumpeun, Bupati Al-Farlaky: Investasi Masa Depan Generasi

ACEH

16 Penggalang Aceh Timur Tuntas Digembleng, Siap Ukir Prestasi di Jambore Nasional 2026

OPINI

Amnesia Sejarah dan Kesalahan Memahami Aceh