Home / BERITA

Rabu, 18 Februari 2026 - 12:17 WIB

Pemprov Papua Tengah Diminta Segera Mediasi Konflik Mee–Kamoro di Kapiraya

MEDIALITERASI.ID | MEPAGO – Ketua Legislatif ULMWP Wilayah Mepago, Andi Yeimo, meminta Papua Tengah bersama empat pemerintah daerah segera memediasi konflik tapal batas antara kelompok masyarakat Mee dan Kamoro di wilayah Kapiraya.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul konflik yang dinilai telah berlangsung lama dan berpotensi terus menimbulkan korban jiwa jika tidak segera ditangani melalui dialog damai yang difasilitasi pemerintah.

Menurut Andi Yeimo, penyelesaian konflik harus dilakukan melalui dialog adat yang bermartabat dengan menghadirkan tokoh adat dari kedua belah pihak serta difasilitasi secara resmi oleh pemerintah sebagai pihak netral dan bertanggung jawab.

Ia meminta pemerintah daerah yang wilayahnya berkaitan dengan konflik, yakni Paniai, Deiyai, Dogiyai, serta Pemerintah Kabupaten Timika, untuk segera duduk bersama memediasi kedua kelompok masyarakat.

Baca Juga  Prabowo Ungkap Kerugian Tambang Ilegal Capai Rp300 Triliun, Enam Smelter Disita dan Negara Siap Pulihkan PT Timah

Andi Yeimo menegaskan konflik tersebut merupakan persoalan internal masyarakat setempat. Karena itu, pihak luar—baik dari luar Papua maupun kelompok lain—diminta tidak ikut campur atau memprovokasi situasi karena berpotensi memperkeruh keadaan.

“Jangan ada pihak lain yang memanfaatkan konflik ini untuk kepentingan tertentu. Kita harus mengedepankan kesadaran bersama dan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga mengajak tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat sipil untuk berperan dalam upaya penyelesaian damai serta mengingatkan negara agar tidak melakukan pembiaran terhadap konflik yang terus berulang.

Baca Juga  Peserta Timsel Protes terhadap Penetapan Anggota DPRK Paniai Jalur Otsus Dinilai Sewenang - Wenang

Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab konstitusional untuk melindungi seluruh masyarakat. Ia menilai persoalan tapal batas Kapiraya sudah terlalu lama tidak memiliki penyelesaian jelas sehingga memicu jatuhnya korban jiwa.

Andi Yeimo menilai belum adanya langkah tegas dari pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Ia menegaskan pemerintah sebagai representasi negara memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk melindungi rakyat dan segera mengambil langkah konkret menghentikan konflik.

Ia menekankan penyelesaian konflik harus menjadi prioritas bersama demi mencegah bertambahnya korban serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat. (Rex Andru)

Share :

Baca Juga

ACEH

Disnakermobduk Aceh dan Serikat Pekerja Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan

BERITA

Operasi Patuh Seulawah 2026 Digelar 8–21 Juni, Ini Lima Pelanggaran yang Jadi Sasaran Satlantas Polres Lhokseumawe

BERITA

Desk Ketenagakerjaan Polri Mediasi Sengketa PT Kerta Gaya Pusaka, 131 Pekerja Terima Hak Rp10 Miliar

BERITA

Firman Jaya Daeli Dorong Pemajuan Kejaksaan sebagai Pilar Supremasi Hukum dan Geostrategis Indonesia

BERITA

85 Peserta P3N Angkatan XXVII Dikukuhkan, Brigjen Pol. Ade Ary Raih Predikat Terbaik Akademik

ACEH

Yayasan Cakra Donya Atjeh Peringati Haul ke-16 Hasan Muhammad Di Tiro, Dorong Semangat Pembangunan dan Kemajuan Aceh

ACEH

Bupati Al-Farlaky Instruksikan Pencairan Gaji ke-13, TPP dan Siltap Juni, Pemkab Aceh Timur

ACEH

Gagal Penuhi Panggilan, Pasangan Terduga Khalwat di Banda Aceh Terancam Masuk DPO Satpol PP-WH