Home / BERITA / POLITIK

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:02 WIB

Pemimpin West Papua Army Bantah Narasi Patroli Humanis Operasi Damai Cartenz di Sinak

Medialiterasi.id | Papua Tengah – Pemimpin West Papua Army (WPA), Jenderal Demianus Magai Yogi, membantah narasi aparat keamanan yang menyebut patroli humanis Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, menghadirkan rasa aman dan kehangatan bagi masyarakat.

Menurut Demianus, kondisi di wilayah konflik di Papua tidak sepenuhnya seperti yang digambarkan dalam laporan aparat keamanan. Ia menilai situasi di sejumlah wilayah justru menunjukkan adanya persoalan kemanusiaan yang masih dialami masyarakat sipil.

“Kolonial semakin menciptakan darurat kemanusiaan dengan pengorbanan masyarakat sipil, namun ditutupi dengan narasi humanisme untuk menyembunyikan kejahatan kemanusiaan di West Papua,” ujar Demianus Magai Yogi dalam keterangannya.

Sebelumnya, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melaporkan kegiatan patroli di Kampung Gigobak, Distrik Sinak, pada Sabtu (14/3/2026). Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa patroli dilakukan tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.

Baca Juga  Dosen KPI Kandidat Ph.D. di University of Kent Inggris Jadi Pemateri "Belajar Efektif, Beasiswa Selektif"

Dalam kegiatan itu, personel disebut menyapa warga yang sedang beraktivitas di kampung. Anak-anak yang awalnya memperhatikan dari kejauhan kemudian mendekat dan berinteraksi dengan aparat. Situasi patroli digambarkan berlangsung akrab dan penuh kehangatan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, mengatakan patroli tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.

“Patroli yang dilakukan oleh personel kami tidak semata-mata untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus sahabat bagi warga,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyatakan bahwa terciptanya situasi keamanan yang kondusif memerlukan dukungan masyarakat.

“Keamanan tidak bisa diwujudkan hanya oleh aparat saja. Diperlukan dukungan dan kerja sama dari masyarakat. Karena itu kami terus mengedepankan pendekatan humanis agar tercipta kepercayaan dan komunikasi yang baik dengan warga,” katanya.

Baca Juga  Komisi PBB: Israel Sengaja Targetkan Anak-anak di Gaza, Tindakan Setara Genosida

Operasi Damai Cartenz juga menyebut bahwa selama patroli berlangsung, situasi di Distrik Sinak terpantau aman dan kondusif. Aparat menilai masyarakat menyambut positif kehadiran personel yang rutin melakukan patroli di wilayah tersebut.

Namun pernyataan tersebut dibantah oleh pihak West Papua Army yang menilai narasi patroli humanis tidak menggambarkan situasi konflik yang menurut mereka masih terjadi di wilayah Papua.

Dalam keterangannya, Demianus Magai Yogi juga menyampaikan bahwa penyelesaian konflik Papua seharusnya dilakukan melalui dialog politik.

Ia menyatakan bahwa pemerintah Indonesia perlu membuka ruang perundingan yang dimediasi pihak netral dengan melibatkan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) bersama pemerintah Indonesia. (Rex Andru)

Share :

Baca Juga

BERITA

Polda Kepri Kembali Gerebek Kampung Aceh, 114 Orang Diamankan untuk Pemeriksaan

BERITA

Kajari Luwu Timur Tegaskan Tak Akan Mundur Usut Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Vale

BERANDA

Rubio: AS Tak Wajib Lindungi Dunia Selamanya, PM Spanyol Balas: Siapa Suruh Serang Iran?

BERANDA

Kabut Asap Makin Parah, 63 Sekolah di Bintulu dan Tatau Ditutup Hingga 11 September

ACEH

Wacana Provinsi Samudera Pase Menguat, Warga Utara-Timur Aceh Dorong Pemerataan Pembangunan

BERITA

Mahasiswa Trisakti Puji Kapolri, Nilai Demokrasi Makin Kuat di Era Listyo Sigit

OPINI

21 Tahun Damai Aceh: Perang Senjata Berhenti, Perang Anggaran Belum Usai

BERITA

Diduga Peras dan Intimidasi Warga, Dua Orang Diamankan Polisi di Karawaci