MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Pemerintah membuka peluang penempatan pekerja migran ke luar negeri bagi warga Aceh yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi pascabencana di Pulau Sumatera.
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, mengatakan masyarakat dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi prioritas dalam program pelatihan dan penempatan kerja ke luar negeri. Kebijakan ini sejalan dengan program percepatan (quick win) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penempatan 500 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Sebanyak 300 ribu dari program SMK Go Global dan 200 ribu dari jalur umum. Ini akan kita prioritaskan kepada daerah-daerah yang terdampak. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan kita fasilitasi pelatihannya, kemudian penempatannya,” ujar Mukhtarudin, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (8/1/2025).
Ia menegaskan, warga Aceh yang terdampak bencana akan memperoleh akses pelatihan keterampilan sebelum diberangkatkan bekerja ke luar negeri. Pelatihan tersebut bertujuan menyesuaikan kompetensi calon pekerja migran dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
“Sehingga bagi masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak, akan kita fasilitasi pelatihan dan penempatannya untuk bekerja di luar negeri,” katanya.
Selain itu, Mukhtarudin menyampaikan perhatian pemerintah juga diberikan kepada keluarga pekerja migran yang terdampak bencana. Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk memberikan pendampingan bagi keluarga yang membutuhkan. (EQ)







