Home / POLITIK

Rabu, 29 Juni 2022 - 05:10 WIB

PDIP Beri Signal; Akan Berupaya Mengusung Kadernya Sendiri Di Pilpres 2024

Photo : IG Djarotsaifulhidayat, Dengan Caption “Selamat Ulang Tahun Ibu Kita Semua. Ibu Megawati Soekarno Putri (@bumegaberceruta)

JAKARTA – Wacana Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh untuk mencari pemimpin bangsa yang dapat menghilangkan polarisasi dengan usulan duet Anies Baswedan – Puan Maharani, Ganjar Pranowo – Anies Baswedan, hingga Prabowo Subianto – Muhaimin Iskandar kandas.

Meski Surya Paloh sudah mengatakan kepada wartawan usai menerima Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY) di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis 23 Juni 2022, apa yang disumbangkan dengan hati, kejujuran, apa yang dipahami olehnya bermanfaat bagi kepentingan kemajuan bangsa.

“Itu saya akui iya. Jadi, apa yang bisa saya sumbangkan dengan hati, dengan kejujuran apa yang saya pahami yang insyaallah barang kali itu bermanfaat bagi kepentingan kemajuan bangsa ini, saya pikir itu yang saya prioritaskan, Kata Ketum NasDem.

Melansir cnnindonesia, Hal berbeda disampaikan oleh analisi politik Voxpol Center Research and Consulting Pango Syarwi Chaniago menilai usulan tersebut sebagai Pemanis dan Gimik politik dari Surya Paloh. Menurut Pangi usulan ini sulit terealisasi untuk pemilu 2024 mendatang.

Pangi beranggapan duet Puan – Anies maupun Ganjar – Anies tidak akan pas. Terlebih ketiga sosok yang dimaksud dinilai berambisi menjadi calon presiden dan tidak ada yang akan mengalah menjadi calon wakil Presiden.

Baca Juga  Iran Mainkan Catur 4 Dimensi, Trump Tertinggal Jauh

Lebih lanjut Pangi mengatakan, basis pemilih Ganjar, Puan, ataupun Anies berbeda satu sama lain. Hal ini akan melemahkan peluang pasangan tersebut.

“Basis mereka enggak bakal menyatu juga. Ganjar – Anies basisnya beda, Puan Anies juga beda. Enggak bakal ketemu ini, paling kabur semua pemilihnya”, tutur Pangi.

Sementara itu, Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDIP Djarot Saiful Hidayat menyatakan yang dapat mempersatukan bangsa bukan perorangan, melainkan Ideologi Pancasila.

“Yang mempersatukan bangsa kita, sekali lagi ya, itu bukan orang per orang, loh, yang mempersatukan bangsa kita itu ideologi”, ucap Djarot usai mengikuti age da politik Cerdas Berintegritas Terpadu di Kantor KPK, Jakarta, Senin 27 Juni 2022.

Mengutip ccnindonesia edisi tanggal 28 Juni 2022. Dalam hal ini Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga membeberkan ada tiga nama kader partai yang dinilai memiliki kriteria untuk maju dalam kontestasi politik Pilpres 2024 mendatang, yakni Ketua DPR RI Puan Maharani, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

“Jujur saja dalam kapasitas yang ada ini, ada tiga kader kami yang masuk dalam kriteria ini. Ada mbak Puan, ada mas Ganjar, dan ada bu Risma,” kata Eriko dalam Newscast Special Road to 2024 CNNIndonesia TV, Selasa (28/6) malam.

Baca Juga  Ganjar Pranowo Hadir Dalam Vidcon Gebyar Seni Budaya Njamu Desa Pematang Kasih

Eriko menegaskan partainya memilih untuk tidak terburu-buru menyampaikan nama kader Capres yang akan diusung pada 2024 mendatang. PDIP, menurutnya masih menilai terlalu dini mengumumkan nama-nama tersebut, sehingga memilih untuk mengikuti prosedur ketetapan yang ada.

Ia juga menyampaikan bahwa PDIP akan berupaya mengusung kadernya sendiri, alih-alih kader dari partai lain. Hal itu menurutnya untuk menjawab kritik masyarakat yang menilai banyak partai politik di Indonesia yang tidak bisa menyiapkan kadernya sendiri untuk menjadi pemimpin di daerah maupun nasional.

“Artinya dalam hal ini sedikit banyak dengan segala kerendahan hati bahwa PDIP bisa menyiapkan kader untuk menjadi calon pemimpin-pemimpin nasional,” ujarnya.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebelumnya mengatakan partainya belum memutuskan sosok capres 2024 yang akan diusung partainya. Megawati menyatakan Pilpres masih dua tahun lagi, sehingga dirinya masih menyimpan nama yang akan diusung sebagai capres nanti.

Sumber : CNNindonesia | Photo : IG Djarotsaifulhidayat | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

BERANDA

Butuh RM600 Ribu, Bangunan ‘Flat’ Ilegal Komunitas Rohingya di Hulu Langat Segera Dibongkar

BERANDA

Prof. TM. Jamil : Pusat Jangan Hanya Butuh Gas, Tapi Tak Butuh Rakyat Aceh

BERANDA

BEM UI Serukan Aksi Damai di Bundaran HI 12 Juni, Kritik Kebijakan Pemerintah

ACEH

Zulmi Resmi Gantikan Iskandar Pimpin PKB Aceh Timur Masa Bakti 2026-2031

ACEH

Bupati Al-Farlaky Hadiri Rapat Rekomendasi LKPJ Tahun 2025

BERANDA

Wacana Alih Fungsi Blok Andaman Jadi KEK Lhokseumawe Disorot, Warga Aceh Tekankan UUPA

BERANDA

“Gazanisasi Lebanon”: Mengapa Komunitas Internasional Gagal Hentikan Eskalasi Israel di Lebanon Selatan

ACEH

Dua Dekade Berkuasa, Mengapa Aceh Belum Sejahtera?